Diboikot AS, Cip China Malah Melesat Berkat Ledakan AI, Rantai Pasok Mandiri Menguat

Pembatasan ekspor teknologi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap industri semikonduktor China ternyata tidak menghasilkan perlambatan seperti yang diperkirakan banyak pihak. Sebaliknya, sejumlah perusahaan cip China justru mencatat kinerja kuat karena permintaan dari sektor artificial intelligence atau AI meningkat tajam.

Dorongan swasembada teknologi juga ikut mempercepat pertumbuhan itu. Perusahaan-perusahaan domestik di China kini lebih agresif memakai cip lokal untuk mendukung pembangunan pusat data, infrastruktur AI, hingga kendaraan listrik.

Pendapatan melonjak di tengah tekanan eksternal

Mengutip CNBC pada Minggu, 5 April 2026, perusahaan seperti Semiconductor Manufacturing International Corp. atau SMIC dan Hua Hong Semiconductor membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. SMIC bahkan melaporkan pendapatan sebesar US$ 9,3 miliar, naik 16% secara tahunan, dan berpotensi menembus US$ 11 miliar pada 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pasar internal China masih sangat besar untuk menopang industri cip lokal. Saat akses ke teknologi asing dibatasi, perusahaan dalam negeri mendapat ruang lebih luas untuk mengambil alih kebutuhan produksi chip di berbagai sektor strategis.

AI menjadi pendorong utama permintaan

Lonjakan permintaan cip sepanjang 2025 sangat terkait dengan ledakan investasi AI di China. Perusahaan teknologi, operator pusat data, dan produsen kendaraan listrik membutuhkan lebih banyak komponen semikonduktor untuk mendukung komputasi, penyimpanan, dan pemrosesan data.

Situasi ini membuat cip buatan lokal menjadi pilihan yang semakin penting. Dalam banyak kasus, pembatasan dari luar justru mendorong pelaku industri China mempercepat pengembangan ekosistem domestik agar tidak terlalu bergantung pada pemasok asing.

CXMT ikut menikmati kenaikan besar

Di segmen memori, ChangXin Memory Technologies atau CXMT menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan. Perusahaan itu mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 130% secara tahunan, mencerminkan besarnya kebutuhan pasar terhadap produk memori buatan dalam negeri.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana kebijakan pembatasan dapat membuka celah bagi pemain lokal. Saat akses pada teknologi luar negeri menyempit, perusahaan China yang mampu memenuhi kebutuhan dasar pasar justru berkembang lebih cepat dari sebelumnya.

Tantangan teknologi kelas atas masih berat

Meski tampil kuat, industri cip China belum sepenuhnya lepas dari ketergantungan pada teknologi asing. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC masih unggul dalam produksi cip kelas atas, terutama untuk node teknologi paling maju.

Hambatan lain datang dari keterbatasan akses terhadap peralatan produksi chip dari ASML, perusahaan asal Belanda yang menjadi pemasok utama mesin litografi canggih. Tanpa akses luas ke alat tersebut, China masih menghadapi batas dalam mengejar manufaktur semikonduktor paling kompleks.

Perkembangan utama industri cip China

  1. SMIC mencatat pendapatan US$ 9,3 miliar pada 2025.
  2. Pendapatan SMIC naik 16% secara tahunan dan bisa mencapai US$ 11 miliar pada 2026.
  3. Hua Hong Semiconductor membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.
  4. CXMT mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 130% secara tahunan.
  5. Permintaan terbesar datang dari AI, pusat data, dan mobil listrik.

Tekanan dari AS memang masih menjadi hambatan besar bagi jalur teknologi China. Namun, data kinerja terbaru menunjukkan bahwa industri semikonduktor domestik justru bergerak lebih cepat dalam membangun rantai pasok mandiri, dengan AI sebagai mesin utama pertumbuhannya.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button