BNI Lepas BNI Asset Management ke Danantara, Transaksi Rp359,6 Miliar Dinilai Wajar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI melepas hampir seluruh kepemilikan sahamnya di PT BNI Asset Management kepada PT Danantara Asset Management. Aksi korporasi ini dilakukan melalui entitas anak BNI, PT BNI Sekuritas (BNIS), dengan nilai transaksi mencapai Rp359,64 miliar.

Perjanjian jual beli saham bersyarat itu diteken pada 1 April 2026 dan mencakup pelepasan 39,96 juta saham, atau setara 99,9% kepemilikan BNIS di BNI AM. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem investasi BUMN melalui Danantara.

Rincian transaksi BNI AM

Nilai transaksi yang disepakati berada sedikit di atas hasil penilaian independen. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan (SRR) menaksir nilai pasar BNI AM sebesar Rp354,85 miliar, sehingga harga transaksi dinilai wajar oleh penilai.

Berikut ringkasan data utamanya:

  1. Pihak penjual: PT BNI Sekuritas
  2. Pihak pembeli: PT Danantara Asset Management
  3. Objek transaksi: 39,96 juta saham BNI AM
  4. Porsi divestasi: 99,9%
  5. Nilai transaksi: Rp359,64 miliar
  6. Tanggal penandatanganan: 1 April 2026

Manajemen BNI menjelaskan bahwa Danantara bertindak sebagai holding operasional yang ingin membangun perusahaan manajer investasi dengan daya saing kuat. Tujuan itu ditempuh lewat pengembangan inovasi produk dan layanan yang lebih terintegrasi.

Status transaksi menurut regulasi

BNI menyatakan transaksi ini masuk kategori afiliasi karena melibatkan pihak-pihak yang berada dalam kendali tidak langsung negara. Namun, perseroan menegaskan aksi tersebut tidak masuk kategori transaksi material sesuai POJK No. 17/2020.

Meski bukan transaksi material, prosesnya tetap mengikuti ketentuan POJK No. 42/2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan. Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan benturan kepentingan dan telah dijalankan sesuai praktik bisnis yang berlaku.

Dalam dokumen keterbukaan, BNI menuliskan bahwa transaksi afiliasi tersebut “tidak termasuk dalam kriteria Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020.” Pernyataan itu menegaskan bahwa aksi korporasi ini berada dalam koridor kepatuhan yang berlaku di pasar modal.

Alasan transaksi dinilai wajar

Penilaian independen menjadi salah satu dasar penting dalam aksi divestasi ini. SRR menyimpulkan harga yang dibayar Danantara lebih tinggi dari nilai pasar saham BNI AM, sehingga transaksi dianggap wajar.

Pihak penilai juga menilai divestasi ini berpotensi memberi efek positif bagi kinerja keuangan BNI ke depan. Dalam laporan mereka, transaksi tersebut dinilai bisa “meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.”

Secara korporasi, langkah seperti ini biasanya dipakai untuk menyederhanakan struktur bisnis, memperkuat fokus usaha, atau mengarahkan aset ke ekosistem yang lebih strategis. Dalam kasus BNI, pelepasan BNI AM sejalan dengan penguatan peran Danantara dalam mengonsolidasikan aset dan aktivitas investasi BUMN.

Dampak yang perlu dicermati investor

Bagi investor, transaksi ini penting karena menunjukkan arah restrukturisasi portofolio usaha BBNI. Pasar biasanya mencermati apakah divestasi seperti ini akan berdampak pada laba, modal kerja, atau strategi jangka panjang perseroan.

Di sisi lain, transaksi di atas nilai pasar dapat menjadi sinyal bahwa aset yang dilepas memiliki daya tarik strategis. Hal itu juga memberi gambaran bahwa BNI dan Danantara sama-sama melihat potensi pengembangan BNI AM dalam ekosistem baru yang lebih besar.

Dalam konteks pasar modal, aksi ini juga menegaskan bahwa BNI tetap menjaga kepatuhan tata kelola. Perseroan menyampaikan bahwa seluruh tahapan dilakukan dengan prosedur yang sesuai dan didukung evaluasi independen, sehingga risiko persepsi negatif dapat ditekan.

Poin penting yang tercatat dari transaksi ini

  1. BBNI melepas 99,9% saham BNI AM melalui BNIS.
  2. Nilai deal mencapai Rp359,64 miliar.
  3. Harga transaksi berada di atas hasil valuasi independen.
  4. Transaksi dikategorikan afiliasi, tetapi bukan transaksi material.
  5. BNI menilai langkah ini sejalan dengan strategi penguatan ekosistem investasi BUMN.

Dengan pelepasan saham ini, BNI AM akan berada di bawah kendali PT Danantara Asset Management sebagai bagian dari konsolidasi aset dan pengembangan industri pengelolaan investasi milik negara. Aksi korporasi tersebut menjadi salah satu langkah penting BNI dalam menata ulang portofolio bisnis sekaligus mendukung pembentukan manajer investasi yang lebih kompetitif.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com
Exit mobile version