IHSG diperkirakan masih rentan terkoreksi pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,53 persen ke level 6.989,42 pada Senin, 6 April 2026. Tekanan jual yang muncul di akhir sesi membuat pelaku pasar mewaspadai kemungkinan indeks bergerak lebih rendah jika area support terdekat kembali ditembus.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih memberi sinyal lanjutan tren turun setelah koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Menurut dia, pelemahan bisa berlanjut bila indeks jatuh di bawah fraktal terdekat di 6.945, dengan potensi menuju target 6.744 dalam dua pekan ke depan.
Level teknikal yang perlu dicermati
Ivan menyebut support IHSG berada di 6.900, 6.744, dan 6.587. Sementara itu, resistance berada di 7.077, 7.268, 7.436, dan 7.765.
Bagi investor jangka pendek, posisi ini penting karena area support biasanya menjadi batas psikologis ketika tekanan jual meningkat. Jika support pertama jebol, pasar cenderung membaca peluang penurunan ke area berikutnya sebagai skenario yang lebih dominan.
Di sisi lain, area resistance menunjukkan titik yang harus ditembus sebelum IHSG bisa pulih lebih kuat. Selama indeks belum mampu kembali di atas resistance terdekat, ruang rebound biasanya masih terbatas dan rawan tertahan oleh aksi ambil untung.
Lima saham pilihan analis yang layak dipantau
Meski IHSG berpotensi lanjut terkoreksi, Ivan tetap memetakan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Daftar ini memberi gambaran bahwa peluang cuan masih terbuka di level individual, terutama pada emiten yang punya katalis teknikal dan fundamental berbeda dari pergerakan indeks utama.
-
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Rekomendasi: Trading Buy.
Area beli: 1.350-1.370.
Target harga: 1.545. -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Rekomendasi: Buy on Weakness.
Area beli: 3.510-3.610.
Target harga: 3.970. -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Rekomendasi: Speculative Buy.
Area beli: 3.250-3.280.
Target harga: 3.440. -
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Rekomendasi: Hold.
Target harga: 266. - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
Rekomendasi: Buy on Weakness.
Area beli: 2.800-2.900.
Target harga: 3.410.
Mengapa saham-saham ini menarik saat pasar sedang tertekan
Dalam kondisi IHSG melemah, investor umumnya mencari saham yang punya likuiditas tinggi, fundamental relatif solid, atau peluang teknikal yang lebih cepat pulih. Saham perbankan seperti BBNI dan BBRI sering menjadi perhatian karena sensitif terhadap sentimen pasar, tetapi juga kerap menjadi penggerak utama indeks saat arus beli kembali masuk.
Sementara itu, AMRT dan TLKM dikenal punya basis bisnis yang defensif dengan karakter permintaan yang cenderung lebih stabil. Di tengah pasar yang berfluktuasi, saham bertipe defensif sering diburu investor yang ingin menjaga portofolio tetap aktif namun tidak terlalu agresif terhadap risiko.
BUMI masuk daftar pantau karena tetap memiliki perhatian dari pelaku pasar yang mengikuti pergerakan saham berbasis komoditas. Pada saham seperti ini, sentimen harga komoditas dan momentum perdagangan harian biasanya menjadi faktor yang sangat menentukan arah gerak berikutnya.
Apa yang perlu diperhatikan investor hari ini
Investor sebaiknya mencermati apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.900 karena area ini menjadi penopang awal. Jika tekanan jual berlanjut dan indeks menembus 6.945, skenario koreksi menuju 6.744 menjadi semakin terbuka menurut analisis teknikal yang dirilis Ivan Rosanova.
Di saat yang sama, saham-saham pilihan analis tetap membutuhkan disiplin risiko karena rekomendasi seperti trading buy, buy on weakness, atau speculative buy bersifat berbasis momentum. Dengan volatilitas yang masih tinggi, keputusan transaksi idealnya mengikuti area beli dan target harga yang sudah ditetapkan agar risiko tetap terukur.





