Grab resmi memperkenalkan 13 layanan berbasis AI dalam ajang GrabX 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu, 8 April. Langkah ini menegaskan arah baru superapp tersebut untuk berperan bukan hanya sebagai aplikasi transportasi dan pesan-antar, tetapi juga sebagai asisten digital harian bagi pengguna di Asia Tenggara.
Chief Product Officer Grab, Philipp Kandal, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan AI yang benar-benar berguna dalam aktivitas sehari-hari. Ia menyebut produk yang diluncurkan di GrabX ibarat “rekan cerdas di sisi Anda”, baik untuk konsumen, merchant, maupun mitra pengemudi.
AI Jadi Fondasi Baru Layanan Grab
Grab menempatkan seluruh layanan baru itu di atas Grab Intelligence Layer, infrastruktur AI yang dibangun dari wawasan 20 miliar perjalanan dan pesanan. Basis data itu membuat sistem Grab dapat membaca pola mobilitas, perilaku belanja, hingga kebutuhan layanan secara lebih presisi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Grab tidak sekadar menambahkan fitur otomatisasi. Perusahaan ingin menjadikan AI sebagai alat yang membantu pengguna mengambil keputusan lebih cepat dan lebih efisien dalam berbagai situasi.
Menurut Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, aplikasi berbasis AI seperti GrabX juga harus memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha. Ia menilai data instan bisa membantu merchant memahami performa penjualan, membaca kebutuhan pelanggan, dan menentukan produk yang perlu dikembangkan.
5 Layanan untuk Pengguna Harian
Grab membagi inovasi barunya ke dalam beberapa kategori, termasuk kebutuhan harian, perjalanan, dan pemberdayaan bisnis. Pada sisi konsumen, perusahaan menyiapkan layanan yang berfokus pada efisiensi, personalisasi, dan kemudahan akses.
- Group Ride, yang memungkinkan penumpang berbagi kendaraan di rute serupa dan menghemat tarif hingga 40 persen.
- Grab More, yang memudahkan pengguna menambah pesanan dari merchant terdekat ke order yang sudah berjalan tanpa biaya kirim tambahan.
- Grab AI Assistant, asisten pribadi untuk membantu merencanakan kegiatan, mencari rekomendasi restoran, hingga membuat daftar belanja dari foto atau catatan suara.
- GrabMaps for Consumers, yang membantu menentukan waktu berangkat, rute terbaik, lokasi parkir, hingga peta dalam ruangan.
- Cash Loan, yang memberi akses kredit secara cepat dan bertanggung jawab dengan keputusan dalam hitungan detik di dalam aplikasi.
Fitur-fitur ini memperlihatkan arah Grab yang makin dekat dengan rutinitas pengguna. Perusahaan mencoba menggabungkan transportasi, belanja, navigasi, dan layanan finansial dalam satu ekosistem yang lebih adaptif.
Fokus Baru pada Perjalanan dan Wisata
Grab juga memperluas penggunaan AI ke sektor perjalanan. Langkah ini terlihat dari layanan yang mendampingi pengguna sejak meninggalkan rumah hingga tiba di tujuan akhir, termasuk bandara dan hotel.
- Personalised Travel Experience membantu konsolidasi informasi paspor, check-in, gerbang keberangkatan, hingga navigasi menuju pengambilan bagasi.
- GrabStays menyediakan pemesanan hotel bersama Nuitee, yang ditujukan untuk kebutuhan last minute dengan tarif kompetitif dan hadiah GrabCoin.
- Discover by Grab menghadirkan panduan kuliner berbasis konten komunitas, lengkap dengan opsi pesan antar, reservasi meja, dan pembayaran di aplikasi.
- GrabPay for Travel memudahkan pembayaran lintas negara di Asia Tenggara lewat pemindaian kode QR nasional menggunakan saldo kartu debit atau kredit yang sudah tersimpan.
Kombinasi layanan itu menunjukkan ambisi Grab untuk masuk lebih dalam ke pengalaman wisata digital. Di pasar Asia Tenggara yang mobilitas lintas negara makin tinggi, integrasi pembayaran dan panduan perjalanan menjadi nilai tambah yang cukup kuat.
Solusi AI untuk Merchant dan Mitra Pengemudi
Di sisi bisnis, Grab menyiapkan fitur yang ditujukan agar pelaku usaha kecil maupun mitra pengemudi bisa bekerja lebih efisien. Fokusnya tidak hanya pada transaksi, tetapi juga pada operasi harian yang selama ini menyita waktu dan tenaga.
- Virtual Store Manager mengubah CCTV menjadi alat pemantauan cerdas untuk memantau jam buka, kebersihan, jumlah staf, antrean, dan tingkat konversi.
- Cloud Printer mengurangi proses penyerahan pesanan manual dari kasir ke dapur dengan pencetakan otomatis dan pemindaian QR untuk notifikasi penjemputan.
- Tap to Pay mengubah ponsel menjadi terminal pembayaran nirkontak tanpa perangkat tambahan.
- Driver AI Assistant memberi panduan mengemudi yang lebih efisien, menjawab kebijakan Grab lewat suara, dan membantu mengirim pesan ke penumpang.
Bagi merchant, fitur seperti Virtual Store Manager berpotensi membantu pengawasan cabang tanpa harus selalu hadir di lokasi. Sementara bagi pengemudi, asisten AI dapat memangkas waktu untuk tugas-tugas kecil yang kerap mengganggu fokus kerja.
Early Access Programme Tembus 200 Ribu Pengguna
GrabX 2026 juga menandai perkembangan Early Access Programme yang kini mencapai 200.000 pengguna. Program ini memberi kesempatan bagi pengguna untuk mencoba fitur terbaru lebih awal dan memberikan umpan balik langsung kepada Grab.
Grab turut memperkenalkan fitur Shake and Share, yang memungkinkan pengguna mengirim masukan secara instan dengan menggoyangkan ponsel. Perusahaan menyiapkan pendaftaran program tersebut melalui situs web GrabX.
Inisiatif ini memperlihatkan bahwa Grab ingin membangun fitur berbasis masukan nyata dari pengguna. Dengan pendekatan itu, pengembangan AI tidak hanya berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan lapangan yang berubah cepat di kawasan Asia Tenggara.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




