Surveyor Gandeng Bursa Komoditi, Langkah Penting Menjaga Kredibilitas Energi Terbarukan

PT Surveyor Indonesia (PTSI) menggandeng PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) untuk memperkuat ekosistem Renewable Energy Certificate atau REC di Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan agar sistem sertifikat energi terbarukan berjalan lebih kredibel, transparan, dan sesuai standar yang dibutuhkan pasar energi berkelanjutan.

Langkah tersebut juga menegaskan peran layanan testing, inspection and certification atau TIC sebagai fondasi penting dalam transisi energi. Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap praktik bisnis rendah emisi, kerja sama ini membuka jalur yang lebih jelas bagi industri untuk membuktikan penggunaan energi bersih secara terukur dan dapat diverifikasi.

Penguatan verifikasi energi terbarukan

PTSI menempatkan diri sebagai guardian of assurance di sektor TIC, terutama untuk menjaga integritas data dan sertifikat energi terbarukan. Fungsi itu dijalankan melalui verifikasi atribut energi terbarukan, sertifikasi, serta penguatan sistem registri yang bisa ditelusuri dengan baik.

Direktur Utama PTSI Fajar Wibhiyadi mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kolektif menjawab tantangan transisi energi. “Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam mendukung penguatan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, serta pengembangan ekosistem renewable energy di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Dalam praktiknya, kehadiran registri yang tertib sangat penting agar setiap REC memiliki jejak yang jelas. Hal ini membantu mencegah klaim ganda, memperkuat akuntabilitas, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan instrumen hijau untuk kebutuhan dekarbonisasi.

Peran bursa komoditi dalam pasar REC

Keterlibatan ICDX memperkuat sisi perdagangan agar REC tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga instrumen pasar yang likuid dan terstruktur. Integrasi antara verifikasi dan mekanisme bursa membuat transaksi lebih transparan, akuntabel, dan mudah ditelusuri.

Bagi pelaku usaha, mekanisme ini penting karena mereka membutuhkan instrumen yang diakui untuk memenuhi target ESG dan pelaporan keberlanjutan. Dengan REC yang terverifikasi, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengakui penggunaan energi terbarukan dalam laporan emisi dan strategi keberlanjutan.

Manfaat bagi industri dan investor

Kerja sama PTSI dan ICDX memberi nilai tambah bagi industri yang sedang menjalankan transisi energi. Pelaku usaha dapat mengakses instrumen REC yang lebih pasti status dan validitasnya, sehingga proses pemenuhan komitmen lingkungan menjadi lebih efisien.

Bagi investor, sistem yang kredibel meningkatkan kepercayaan terhadap pasar energi hijau di Indonesia. Transparansi data dan tata kelola yang baik membuat instrumen keberlanjutan lebih mudah diterima oleh mitra global yang menuntut standar pelaporan yang ketat.

Berikut manfaat utama yang disorot dari kerja sama ini:

  1. Memperkuat kredibilitas sertifikat energi terbarukan.
  2. Mendorong transparansi dan ketertelusuran transaksi REC.
  3. Membantu perusahaan memenuhi target dekarbonisasi dan ESG.
  4. Mendukung pelaporan keberlanjutan dan akuntansi emisi.
  5. Membuka peluang pembiayaan hijau dan investasi energi bersih.

Dorongan bagi ekosistem energi bersih

Kolaborasi ini juga dipandang sebagai pintu masuk untuk mempercepat ekosistem perdagangan energi terbarukan yang lebih mapan. Saat mekanisme pasar dan sistem verifikasi berjalan beriringan, biaya transisi energi bagi industri dapat ditekan secara bertahap.

Dari sisi ekonomi, penguatan REC berpeluang membuka kanal pendanaan hijau yang lebih konkret. Pada saat yang sama, pasar energi bersih juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di sepanjang rantai nilai, mulai dari verifikasi hingga perdagangan instrumen keberlanjutan.

Penguatan tata kelola dan kapasitas pemangku kepentingan

Nota kesepahaman kedua lembaga tidak hanya berfokus pada sistem, tetapi juga pada kapasitas manusia dan tata kelola. PTSI dan ICDX mencakup penguatan manajemen risiko, edukasi, serta sosialisasi kepada pemangku kepentingan agar implementasi sistem berjalan konsisten.

Pendekatan ini penting karena pasar REC membutuhkan pemahaman yang sama dari banyak pihak, mulai dari regulator, industri, lembaga penilai kesesuaian, hingga pelaku pasar. Jika kapasitas meningkat, ekosistem yang dibangun akan lebih siap menghadapi tuntutan internasional terkait keberlanjutan.

Posisi strategis PTSI di tengah transisi energi

Sebagai bagian dari holding BUMN jasa survei, PTSI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan TIC yang andal dan diakui global. Peran ini relevan karena sistem energi terbarukan tidak hanya membutuhkan produksi listrik hijau, tetapi juga pembuktian yang valid atas asal-usul energi tersebut.

Dengan dorongan regulasi, kebutuhan pasar, dan tekanan dekarbonisasi yang terus meningkat, kolaborasi PTSI dan ICDX menjadi salah satu langkah penting untuk membangun pasar REC nasional yang lebih siap bersaing. Di saat yang sama, penguatan verifikasi dan perdagangan yang transparan memberi fondasi bagi industri Indonesia untuk memperluas penggunaan energi terbarukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Terkait