Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kebiasaan hemat energi di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan global. Seruan itu menguat seiring meletusnya ketegangan perang Iran-AS yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap krisis energi dan stabilitas harga bahan bakar.
Bahlil menekankan bahwa penghematan bisa dimulai dari hal paling sederhana di rumah dan kantor. Ia meminta pegawai kementeriannya membiasakan diri mematikan lampu saat ruangan sudah tidak dipakai dan segera pulang bila tak ada lagi aktivitas yang mendesak.
Peringatan soal gangguan energi global
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan karena konflik di Timur Tengah kerap memengaruhi jalur distribusi minyak dunia. Salah satu titik rawan adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan penting pengiriman energi global.
Dalam situasi seperti itu, sedikit gangguan saja dapat berdampak pada pasokan dan harga di pasar internasional. Karena itu, pesan hemat energi dari pemerintah dinilai penting bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi menghadapi gejolak eksternal.
Langkah kecil yang diminta Bahlil
Bahlil menyampaikan bahwa perubahan perilaku sehari-hari dapat membantu menekan konsumsi energi secara nyata. Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan sebagai tindakan yang mudah dilakukan semua orang.
Ia juga mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas yang lebih hemat energi. Menurutnya, penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung arah transisi energi bersih.
Dorongan pemerintah untuk hemat energi
Pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan moral, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja di lingkungan birokrasi. Skema Work From Home atau WFH bagi aparatur sipil negara menjadi salah satu opsi untuk menekan mobilitas harian dan penggunaan BBM.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi di sektor tertentu, terutama pada aktivitas yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara penuh. Namun, sektor energi tetap dikecualikan karena peran operasionalnya sangat vital dan harus menjaga pasokan tetap berjalan tanpa gangguan.
Fokus pada ketahanan energi nasional
Di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil, pemerintah memperkuat pesan bahwa ketahanan energi tak bisa hanya bertumpu pada pasokan dari luar negeri. Efisiensi di sisi konsumsi menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan itu agar tekanan global tidak cepat dirasakan masyarakat.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda transisi energi nasional yang menempatkan efisiensi, energi bersih, dan pengurangan emisi sebagai prioritas. Jika kebiasaan hemat energi tumbuh di rumah tangga, kantor, dan transportasi harian, maka tekanan terhadap konsumsi BBM bisa berkurang secara bertahap.
Hal sederhana yang bisa dilakukan masyarakat
- Matikan lampu, AC, dan perangkat elektronik saat tidak dipakai.
- Gunakan kendaraan secara lebih efisien atau pertimbangkan kendaraan listrik bila memungkinkan.
- Kurangi perjalanan yang tidak perlu untuk menekan konsumsi BBM.
- Biasakan memakai peralatan rumah tangga hemat energi.
- Dukung kebijakan efisiensi energi di lingkungan kerja dan tempat tinggal.
Imbauan Bahlil datang pada saat dunia masih sensitif terhadap perubahan situasi keamanan di kawasan penghasil dan jalur distribusi energi. Dalam kondisi seperti ini, disiplin hemat energi di level individu ikut menentukan seberapa kuat Indonesia menjaga ketahanan pasokan dan menahan dampak gejolak global.
