Efisiensi Rp181 Miliar Tak Menahan Magang Nasional, Kuota Naik Ke 150 Ribu

Kementerian Ketenagakerjaan memastikan efisiensi anggaran tahap III tidak akan mengganggu jalannya program strategis, termasuk Magang Nasional. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemangkasan lebih banyak menyasar belanja perjalanan dinas dan rapat, bukan pos inti untuk program yang menyentuh peserta magang.

Dengan penjelasan itu, Kemnaker ingin memberi sinyal bahwa penyesuaian anggaran tetap bisa berjalan tanpa mengurangi layanan publik. Program Magang Nasional tetap masuk prioritas karena dinilai penting untuk menyiapkan tenaga kerja muda yang lebih siap masuk ke dunia kerja.

Efisiensi diarahkan ke pos yang tidak mengganggu layanan utama

Kemnaker menerima Surat Menteri Keuangan Nomor S-181/MK.03/2026 pada 1 April 2026 terkait instruksi efisiensi anggaran. Nilai efisiensi yang harus dijalankan mencapai Rp181.826.183.000, terdiri dari Rincian Output Khusus sebesar Rp122.163.948.000 dan hasil identifikasi efisiensi sebesar Rp59.662.235.000.

Yassierli menjelaskan bahwa penghematan itu tidak langsung menyentuh program utama seperti Magang Nasional. Fokus efisiensi justru pada biaya operasional yang masih bisa ditekan, termasuk rapat dan perjalanan dinas.

Program Magang Nasional tetap berjalan

Di tengah efisiensi, Kemnaker memastikan program Magang Nasional tetap berlanjut. Program tersebut kini masih dibahas secara intensif bersama kementerian terkait sebelum diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan final.

“Program Magang Nasional kini masih dalam tahap persetujuan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan nantinya akan disampaikan kepada Presiden,” kata Yassierli. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa proses administratif masih berjalan, tetapi arah kebijakannya tetap dipertahankan.

Kuota peserta ikut naik

Kemnaker juga mengusulkan peningkatan kuota Magang Nasional menjadi 150.000 peserta. Jumlah itu naik dari 100.000 peserta pada pelaksanaan sebelumnya dan didorong oleh tingginya minat lulusan baru terhadap program ini.

Program Magang Nasional saat ini diikuti sekitar 100.000 peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Sebanyak 14.952 peserta tahap pertama dijadwalkan menyelesaikan masa magang pada 19 April 2026.

Langkah Kemnaker menjaga program tetap efisien

Untuk menjaga program tetap berjalan di tengah pemangkasan, Kemnaker memperluas pemanfaatan platform daring. Arahan ini sejalan dengan dorongan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar belanja administratif lebih efisien dan tidak membebani anggaran.

Kemnaker juga menempuh pola berbagi biaya dengan kementerian dan lembaga lain. Skema ini dipakai dalam sejumlah proyek percontohan pelatihan bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Koperasi, dan Badan Narkotika Nasional.

Berikut strategi yang ditempuh Kemnaker:

  1. Mengoptimalkan rapat dan koordinasi secara daring.
  2. Menekan belanja perjalanan dinas dan kegiatan administratif.
  3. Berbagi pembiayaan dengan kementerian atau lembaga mitra.
  4. Memanfaatkan balai pelatihan, instruktur, dan skema sertifikasi yang sudah dimiliki.
  5. Menjaga program prioritas agar tetap berjalan meski anggaran dipangkas.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis (9/4), Yassierli menegaskan bahwa Kemnaker memiliki aset pelatihan yang bisa dimaksimalkan. “Kami memiliki balai, instruktur, dan skema sertifikasi. Kementerian teknis yang bersangkutan memiliki program, dan kami melakukan berbagi pembiayaan di sana,” ujarnya.

Kondisi anggaran Kemnaker saat ini

Berdasarkan data realisasi anggaran per 8 April 2026, total pagu anggaran Kemnaker mencapai Rp5,999 triliun. Dari jumlah itu, pagu yang dapat digunakan tercatat Rp5,612 triliun dengan realisasi anggaran Rp1,788 triliun atau setara 31,87 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang fiskal Kemnaker masih dikelola secara aktif di tengah penyesuaian anggaran. Dengan pola efisiensi yang diarahkan pada belanja pendukung, pemerintah ingin memastikan program ketenagakerjaan tetap berjalan, sementara Magang Nasional tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan baru.

Berita Terkait

Back to top button