Indonesia mulai merealisasikan impor minyak mentah dari Amerika Serikat sebagai bagian dari penyesuaian perdagangan energi yang lebih luas. Di saat yang sama, pemerintah menyampaikan bahwa stok BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan jauh dari fase kritis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut pengiriman crude dari AS sudah berjalan, sementara impor BBM langsung dari negara tersebut belum dilakukan. Ia menegaskan, “Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya.”
Impor energi AS masuk dalam kesepakatan dagang
Kebijakan ini berkaitan dengan dokumen Agreement on Reciprocal Trade yang dirilis Gedung Putih pada pertengahan Februari. Dalam dokumen itu, Indonesia disebut akan mendukung pembelian LPG senilai US$3,5 miliar, minyak mentah US$4,5 miliar, dan bensin olahan US$7 miliar.
Kesepakatan tersebut juga mendorong peningkatan pembelian produk energi AS oleh BUMN dan sektor swasta. Gedung Putih menyebut Indonesia akan memfasilitasi seluruh persetujuan, keputusan, dan izin yang dibutuhkan agar pembelian energi dari AS dapat meningkat, termasuk lewat kontrak jangka panjang.
Stok BBM nasional masih berada di level aman
Bahlil menyampaikan bahwa ketersediaan bensin nasional saat ini masih berada di atas ambang minimal 20 hari. Ia juga menyebut cadangan LPG telah melampaui batas minimal 10 hari, sehingga tekanan terhadap pasokan energi domestik masih terkendali.
Pernyataan itu sejalan dengan data yang dipaparkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dalam rapat bersama Komisi XII DPR. BPH Migas menyebut kondisi stok BBM nasional dalam kategori aman, meski beberapa jenis BBM memiliki jarak yang tipis dari batas minimum.
Rincian ketahanan stok BBM nasional
Berikut gambaran stok dan ketahanan pasokan beberapa jenis BBM yang dilaporkan:
- Pertalite: 1,51 juta kiloliter, dengan ketahanan 18,1 hari.
- Pertamax: 382.284 kiloliter, dengan ketahanan 22,1 hari.
- Pertamax Turbo: 38.698 kiloliter, dengan ketahanan 46,5 hari.
- Solar: 1.575.287 kiloliter, dengan ketahanan 16,5 hari.
- Pertamina Dex: 71.833 kiloliter, dengan ketahanan 64,5 hari.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan bahwa status stok Pertalite masih aman meski angka coverage day berada di 18,1 hari. Ia menyebut, “Untuk RON 90 atau Pertalite itu sebesar 18,1 coverage day yang saat ini juga statusnya sangat aman.”
Diversifikasi pasokan tetap menjadi strategi utama
Di tengah perubahan pola dagang energi, Indonesia terus menjaga diversifikasi sumber impor agar pasokan tidak bergantung pada satu negara. Data Dewan Energi Nasional dan BPH Migas menunjukkan Nigeria menjadi pemasok terbesar minyak mentah pada 2025 dengan 34,07 juta barel atau sekitar 25 persen.
Angola menyumbang 28,5 juta barel atau 21 persen, sedangkan Arab Saudi mencapai 25,36 juta barel atau sekitar 19 persen. Brasil, Australia, Gabon, AS, dan Malaysia juga masuk dalam daftar pemasok minyak mentah, sehingga rantai pasok energi Indonesia tetap tersebar.
Untuk impor BBM, Singapura dan Malaysia tercatat sebagai pemasok utama. Sejumlah negara lain seperti China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab, India, Mesir, Jepang, dan Taiwan juga berperan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional.
Faktor yang perlu dicermati pasar energi
Perubahan arah impor ini menunjukkan pemerintah berupaya menyeimbangkan kebutuhan energi, stabilitas pasokan, dan kepentingan dagang luar negeri. Di saat yang sama, pemerintah juga diminta menjaga efisiensi distribusi dan pengelolaan stok agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu saat permintaan naik.
Berikut tiga hal yang menjadi perhatian utama dari kebijakan ini:
- Kepastian pasokan minyak mentah untuk kilang dalam negeri.
- Stabilitas stok BBM agar harga dan distribusi tetap terjaga.
- Diversifikasi sumber impor untuk mengurangi risiko gangguan pasokan global.
Dengan kondisi stok yang masih terjaga dan impor crude dari AS yang sudah mulai berjalan, pemerintah menempatkan keamanan energi nasional sebagai prioritas sambil menyesuaikan kerja sama dagang yang sudah disepakati dalam skema perdagangan timbal balik.
