Pembangunan pabrik melamin di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE Gresik menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat industri kimia nasional. Fasilitas ini diproyeksikan menguatkan rantai pasok dari hulu ke hilir sekaligus mendorong industri rendah emisi di Indonesia.
Investasi proyek ini diperkirakan mencapai 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,25 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.097 per dollar AS. Pengembangan yang dilakukan Golden Elephant (GEABH) ini dirancang sebagai salah satu pabrik melamin terbesar di dunia dan terintegrasi penuh dengan proses produksi dari gas alam menjadi amonia, lalu urea, hingga melamin.
Penguatan hilirisasi kimia nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai proyek ini sejalan dengan strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik. Ia juga menekankan bahwa ekosistem industri terintegrasi seperti JIIPE penting untuk menarik investasi besar yang berkualitas.
“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
Pemerintah selama ini mendorong penguatan basis industri yang memakai sumber daya alam secara lebih efisien. Pendekatan itu juga diarahkan untuk membuka ruang bagi transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global.
Teknologi rendah emisi dan ekonomi sirkular
Chairman Golden Elephant (GESC), Lei Lin, menyebut proyek ini mengusung konsep industri kimia berbasis ekonomi sirkular. Teknologi proses generasi terbaru menjadi fondasi utama untuk mengurangi jejak energi dan memaksimalkan pemanfaatan produk samping.
“Teknologi yang diterapkan memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan standar industri global. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon,” kata Lei Lin.
Konsep ini penting bagi Indonesia karena industri kimia masih menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi, menekan emisi, dan memperkuat ketahanan bahan baku. Kehadiran fasilitas skala besar seperti ini dapat mempercepat adopsi praktik industri yang lebih modern dan terukur.
Peran JIIPE dalam rantai pasok industri
Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE, Bambang Soetiono, menjelaskan bahwa keunggulan kawasan terletak pada integrasi infrastruktur dan konektivitas logistik. Ekosistem tersebut mendukung efisiensi operasional perusahaan dari awal hingga distribusi akhir.
“JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujar Bambang.
Dengan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan dukungan pelabuhan laut dalam, JIIPE dipandang strategis untuk industri yang membutuhkan pasokan bahan baku stabil dan jalur distribusi yang cepat. Kombinasi ini membuat kawasan tersebut menarik bagi investor yang mengejar skala produksi besar dan efisiensi biaya.
Dampak ekonomi dan kerja sama internasional
Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyebut proyek ini dapat memperkuat ketahanan industri kimia sekaligus menjadi tonggak kerja sama ekonomi kedua negara. Ia menilai rantai industri melamin di JIIPE memberi manfaat bagi industrialisasi Indonesia dan ekonomi regional.
Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja. Dampak turunannya berpotensi meluas ke sektor pertanian, manufaktur, dan logistik karena kebutuhan bahan baku, distribusi, dan layanan pendukung akan ikut bergerak.
Berikut ringkasan poin penting proyek ini:
- Nilai investasi mencapai 600 juta dollar AS atau Rp 10,25 triliun.
- Proyek dikembangkan Golden Elephant dan terintegrasi dari amonia hingga melamin.
- Efisiensi energi diklaim 30 persen lebih rendah dari standar global.
- Proyek diproyeksikan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja.
- JIIPE menyediakan pelabuhan laut dalam dan infrastruktur industri terhubung.
Kehadiran pabrik melamin di KEK JIIPE Gresik memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kimia strategis, sekaligus menambah kapasitas industri yang lebih efisien, bernilai tambah tinggi, dan berorientasi jangka panjang. Dengan integrasi kawasan, dukungan teknologi, dan skala investasi besar, proyek ini menjadi salah satu penanda penting perkembangan industri kimia nasional.
