IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke area 8.332–8.354, seiring kembali masuknya dana asing ke pasar saham domestik. Laporan Indopremier mencatat aliran dana asing sebesar Rp1,23 triliun, sementara level support IHSG berada di 8.181 dan resistance di 8.390.
Pergerakan ini membuat investor kembali memusatkan perhatian pada saham-saham berkapitalisasi besar yang paling banyak diburu asing hari ini. Di tengah sentimen positif tersebut, BBCA, BRMS, TLKM, BMRI, dan ASII muncul sebagai lima saham yang paling banyak dikoleksi investor asing.
Sentimen pasar menguat dari aliran dana asing
Masuknya dana asing sering dibaca sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap pasar Indonesia. Dalam kondisi seperti ini, saham likuid dengan fundamental kuat biasanya menjadi tujuan utama karena lebih mudah diperdagangkan dan punya daya tarik jangka pendek.
Data yang dihimpun Indopremier menunjukkan minat asing tidak menyebar merata, melainkan terkonsentrasi pada saham-saham tertentu. Pola ini penting dicermati karena dapat memberi petunjuk tentang sektor mana yang sedang dipandang prospektif oleh pelaku pasar global.
Lima saham yang paling banyak dikoleksi asing
Berikut daftar saham yang tercatat paling banyak dibeli asing pada perdagangan terakhir:
- BBCA
- BRMS
- TLKM
- BMRI
- ASII
Kelima emiten tersebut mewakili sektor yang berbeda, mulai dari perbankan, mineral, telekomunikasi, hingga otomotif. Keragaman sektor ini menunjukkan bahwa aliran asing tidak hanya mengejar satu tema tertentu, tetapi juga mencari emiten besar dengan posisi bisnis yang kuat.
Mengapa saham big cap masih menarik
Saham-saham seperti BBCA, BMRI, dan TLKM kerap masuk radar asing karena likuiditasnya tinggi dan pergerakan harganya cenderung lebih stabil. Sementara itu, BRMS dan ASII menawarkan karakter yang berbeda, sehingga bisa mencerminkan strategi diversifikasi portofolio yang lebih luas.
Dalam situasi IHSG yang berpotensi menguat, saham berkapitalisasi besar biasanya menjadi penggerak utama indeks. Jika akumulasi asing berlanjut, saham-saham tersebut berpeluang mendapat tambahan dorongan dari sisi volume dan sentimen.
Riset teknikal ikut ikut meningkatkan minat pasar
Aktivitas riset pasar juga menunjukkan perhatian yang besar terhadap peluang harian. Data MOST.CO.ID mencatat, Trading Idea Analisis Teknikal Hari Ini untuk 10 April 2026 telah dilihat oleh 187 Emiten Pilihan, sementara Morning Notes pada 9 April 2026 dilihat oleh 149 Emiten Pilihan.
Minat yang tinggi terhadap laporan riset ini memperlihatkan bahwa investor aktif mencari acuan berbasis data, bukan sekadar mengikuti sentimen. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, analisis teknikal tetap menjadi alat penting untuk membaca momentum masuk dan keluar saham.
Panduan singkat mencermati saham incaran asing
Investor yang ingin mengikuti jejak asing perlu memperhatikan beberapa hal utama berikut:
- Periksa arus dana asing harian pada saham tujuan.
- Bandingkan volume transaksi dengan rata-rata perdagangan sebelumnya.
- Cermati area support dan resistance untuk menentukan titik masuk.
- Selaraskan sinyal teknikal dengan kondisi fundamental emiten.
- Tetapkan batas risiko agar keputusan tetap terukur.
Pendekatan ini penting karena akumulasi asing tidak selalu berlangsung lama. Tekanan pasar global, rilis data ekonomi, atau perubahan sentimen bisa mengubah arah perdagangan secara cepat.
IHSG masih punya ruang bergerak
Selama IHSG bertahan di atas support 8.181, peluang menuju area 8.332–8.354 masih terbuka menurut proyeksi teknikal yang beredar. Namun, resistance di 8.390 juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi penghalang kenaikan jika aksi ambil untung mulai muncul.
Dengan latar itu, BBCA, BRMS, TLKM, BMRI, dan ASII layak masuk daftar pantauan investor yang memburu peluang jangka pendek. Pergerakan saham-saham ini akan sangat ditentukan oleh kelanjutan arus dana asing, respons pasar terhadap level teknikal, serta konsistensi sentimen positif di bursa domestik.







