PT Bank Mandiri Taspen dan Universitas Gadjah Mada memperkuat kerja sama dengan fokus pada digitalisasi layanan dan literasi keuangan. Nota kesepahaman itu ditandatangani di Kampus UGM, Yogyakarta, dan diarahkan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih efisien di lingkungan kampus sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kolaborasi ini juga menempatkan pengembangan talenta sebagai sasaran penting. Melalui sinergi tersebut, Bank Mandiri Taspen dan UGM ingin menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif, baik di dunia akademik maupun industri keuangan yang terus bergerak ke arah digital.
Digitalisasi layanan kampus jadi fokus utama
Salah satu poin utama kerja sama ini adalah digitalisasi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP dan Uang Kuliah Tunggal atau UKT melalui sistem Virtual Account. Skema ini ditujukan untuk memudahkan transaksi, mempercepat proses administrasi, dan mengurangi potensi hambatan pembayaran di lingkungan kampus.
Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi modern yang menuntut sistem keuangan lebih ringkas dan transparan. Bagi mahasiswa dan pihak administrasi, digitalisasi pembayaran juga dapat memberi pengalaman transaksi yang lebih praktis karena prosesnya berlangsung secara terintegrasi.
Bank dan kampus dorong literasi keuangan
Selain digitalisasi, kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan literasi keuangan bagi sivitas akademika. Fokusnya tidak hanya pada pengelolaan keuangan sehari-hari, tetapi juga persiapan pensiun bagi tenaga pendidik dan kependidikan agar mereka memiliki kesiapan finansial yang lebih baik saat memasuki masa purna tugas.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan hanya seremoni. Ia menyebut kemitraan ini sebagai komitmen untuk mendukung operasional UGM agar lebih efisien lewat solusi perbankan terintegrasi, sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di industri keuangan.
Poin kerja sama yang disepakati
Berikut ruang lingkup kolaborasi yang disampaikan dalam kerja sama tersebut:
- Digitalisasi pembayaran PNBP dan UKT melalui Virtual Account.
- Peningkatan literasi keuangan bagi sivitas akademika UGM.
- Edukasi keuangan dan persiapan pensiun untuk tenaga pendidik serta kependidikan.
- Program magang bagi mahasiswa UGM di Bank Mandiri Taspen.
- Pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi melalui skema CSR.
- Kesempatan pendidikan lanjutan bagi pegawai Bank Mandiri Taspen di UGM.
- Dukungan pengelolaan likuiditas kampus melalui giro, deposito, dan instrumen SMARD.
Kolaborasi yang sudah terjalin lama
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyambut baik kerja sama ini dan menilai kolaborasi dengan Bank Mandiri Taspen sudah terbangun selama sekitar 10 tahun. Ia melihat hubungan tersebut semakin strategis karena tidak hanya berkaitan dengan layanan finansial, tetapi juga dengan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika melalui edukasi keuangan.
Dari sisi kampus, kerja sama semacam ini penting karena perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya kuat dalam pengajaran dan riset, tetapi juga cermat dalam pengelolaan sumber daya. Dukungan sistem pembayaran digital dan manajemen dana operasional membantu kampus menjalankan layanan dengan lebih tertata.
Dorongan untuk talenta muda dan daya saing global
Selain manfaat bagi kampus, kemitraan ini membuka jalur pengembangan SDM yang lebih luas. Mahasiswa UGM mendapat peluang magang dan beasiswa, sementara pegawai Bank Mandiri Taspen dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di UGM.
Model kolaborasi seperti ini memperlihatkan arah baru hubungan antara institusi keuangan dan perguruan tinggi. Bank mendapat akses ke talenta muda, sedangkan kampus memperoleh dukungan nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan, layanan, dan literasi keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Dalam konteks yang lebih luas, kerja sama Bank Mandiri Taspen dan UGM menunjukkan bahwa digitalisasi layanan kampus dan edukasi keuangan dapat berjalan beriringan. Sinergi semacam ini berpotensi memperkuat tata kelola universitas sekaligus menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan dunia kerja.
