1.000 Lebih Insan Hollywood Menolak Akuisisi Warner Bros Oleh Paramount Skydance, Ancaman PHK dan Monopoli Menguat

Lebih dari 1.000 aktor, sutradara, dan penulis skenario Hollywood menyatakan penolakan terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance. Mereka menandatangani surat terbuka yang menyoroti risiko konsolidasi media yang dinilai terlalu besar, potensi pemangkasan pekerjaan, dan dampak lanjutan bagi konsumen.

Penolakan ini muncul saat kesepakatan bernilai US$110 miliar tersebut berada dalam pengawasan ketat regulator di Amerika Serikat dan Eropa. Prosesnya juga berpeluang masuk pemeriksaan otoritas di Inggris, sehingga tekanan publik terhadap transaksi ini kian meluas.

Kekhawatiran utama para pelaku industri

Isi surat terbuka itu menegaskan bahwa transaksi besar ini bisa mempersempit persaingan di industri hiburan. Para penandatangan menilai pasar media yang sudah padat justru akan semakin terkonsentrasi jika dua raksasa itu bergabung.

Berikut alasan utama penolakan yang disorot dalam surat tersebut:

  1. Risiko pengurangan lapangan kerja secara masif.
  2. Potensi kenaikan biaya bagi penonton dan konsumen.
  3. Berkurangnya persaingan di sektor media dan hiburan.
  4. Meningkatnya kekuatan pasar pada satu entitas besar.

Kalimat dalam surat itu menyebut, “Transaksi ini akan semakin mengonsolidasikan lanskap media yang sudah terkonsentrasi, mengurangi persaingan pada saat industri kami—dan penonton yang kami layani—paling tidak mampu menanggungnya.”

Nama-nama besar ikut menandatangani

Sejumlah tokoh ternama ikut memberi dukungan pada penolakan ini. Joaquin Phoenix, Glenn Close, dan Adam McKay termasuk di antara nama yang tercantum dalam daftar penandatangan surat terbuka tersebut.

Kehadiran figur-figur besar ini memperkuat sorotan publik terhadap transaksi yang sangat strategis di dunia hiburan. Dalam konteks industri film dan televisi, suara para pekerja kreatif sering dianggap penting karena mereka langsung terdampak oleh perubahan struktur kepemilikan studio dan jaringan distribusi.

Aset raksasa yang berpotensi digabung

Jika akuisisi ini berjalan, gabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery akan menguasai rangkaian aset hiburan yang sangat besar. Dua studio film legendaris, layanan streaming seperti HBO Max, jaringan berita CNN dan CBS, serta puluhan saluran kabel akan berada dalam satu payung bisnis.

Paramount Skydance memenangkan persaingan akuisisi setelah mengalahkan tawaran dari Netflix pada Februari lalu. Kemenangan itu membuat langkah berikutnya, yaitu persetujuan regulasi, menjadi tahap penentu yang tidak kalah penting dari negosiasi bisnisnya sendiri.

Respons Paramount dan janji investasi

Menanggapi protes dari kalangan kreatif, Paramount menyatakan memahami kekhawatiran yang muncul. Namun perusahaan menegaskan bahwa merger ini justru akan membentuk entitas yang lebih kuat untuk menyetujui lebih banyak proyek dan menjaga produktivitas konten.

Chief Executive Officer Paramount, David Ellison, juga menyampaikan komitmen untuk merilis 30 film layar lebar setiap tahun. Janji itu dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran bahwa akuisisi hanya akan berujung pada efisiensi biaya tanpa ruang cukup bagi produksi baru.

Tekanan regulator dan risiko pembatalan

Warner Bros. Discovery sebelumnya sempat menyarankan pemegang saham menolak tawaran tersebut. Salah satu alasan utamanya adalah rencana penghematan biaya Paramount yang mencapai US$9 miliar, angka yang dipandang bisa menekan ekosistem kerja Hollywood yang sudah melemah akibat gelombang PHK beberapa tahun terakhir.

Senator AS Elizabeth Warren juga mengkritik langkah itu dan menyebut tawaran Paramount sebagai ancaman antimonopoli yang besar. Jika regulator akhirnya memblokir kesepakatan, Paramount telah menyetujui kewajiban membayar biaya pembatalan sebesar US$7 miliar kepada pihak terkait.

Exit mobile version