
INDODAX resmi memperkenalkan tujuh aset tokenized stocks di jaringan blockchain Solana, membuka akses baru bagi investor ritel Indonesia untuk menjangkau saham perusahaan global dengan cara yang lebih fleksibel. Langkah ini menambah opsi investasi digital yang menghubungkan pasar keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain yang lebih cepat dan terbuka.
Ketujuh aset yang dirilis mencakup representasi saham Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), NVIDIA (NVDAX), Apple (AAPLX), Amazon (AMZNX), Coinbase (COINX), dan Circle (CRCLX). Seluruh instrumen ini memakai sistem patokan nilai satu banding satu terhadap harga pasar modal konvensional.
Akses Saham Global Lewat Tokenized Stocks
Tokenized stocks memberi peluang bagi investor untuk memiliki eksposur ke saham global tanpa harus membeli satu lembar saham penuh. Model ini juga memungkinkan kepemilikan fraksional, sehingga investor dapat masuk dengan modal yang lebih fleksibel dibandingkan skema investasi saham luar negeri pada umumnya.
Dilansir dari Money, kehadiran instrumen ini juga memangkas hambatan administratif yang kerap muncul saat investor ingin membuka akun broker internasional. Dengan pendekatan berbasis blockchain, proses transaksi bisa berjalan lebih efisien dan aset dapat ditarik kapan saja sesuai mekanisme layanan yang disediakan.
Solana Jadi Jalur Distribusi
Pemilihan jaringan Solana menjadi poin penting dalam peluncuran ini karena blockchain tersebut dikenal memiliki kecepatan transaksi tinggi dan biaya yang relatif efisien. Kombinasi ini membuat tokenized stocks lebih relevan untuk produk investasi yang membutuhkan proses penyelesaian cepat dan pengalaman transaksi yang praktis.
Dalam praktiknya, aset tokenized stocks di atas dirancang agar dapat diperdagangkan dengan pengalaman yang lebih dekat ke aset digital, tetapi tetap merujuk pada harga saham acuan di pasar konvensional. Struktur ini membuat produk tersebut menarik bagi investor yang ingin memantau aset global tanpa harus mengikuti mekanisme pasar saham luar negeri secara langsung.
Pernyataan Manajemen INDODAX
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai peluncuran ini sejalan dengan tren global yang menghubungkan pasar tradisional dan teknologi digital. Ia menyebut blockchain mampu menyederhanakan proses investasi yang selama ini dianggap kompleks oleh banyak orang.
“Melalui tokenized stocks, kami melihat adanya pergeseran cara investor mengakses aset global menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga bagaimana teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses yang sebelumnya lebih kompleks,” ujar Antony Kusuma.
Jam Perdagangan Lebih Panjang
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah perdagangan selama 24 jam penuh, berbeda dari bursa saham konvensional yang memiliki jam operasional terbatas. Meski begitu, perbedaan waktu perdagangan ini dapat memunculkan selisih harga atau spread pada periode tertentu, sehingga investor tetap perlu memperhatikan dinamika pasar.
Berikut ringkasan informasi inti peluncuran tokenized stocks INDODAX:
- Jaringan distribusi: Solana.
- Jumlah aset: tujuh tokenized stocks.
- Aset yang diluncurkan: TSLAX, GOOGLX, NVDAX, AAPLX, AMZNX, COINX, dan CRCLX.
- Sistem harga: patokan satu banding satu terhadap harga pasar modal konvensional.
- Deposit dibuka: 9 April 2026.
- Open trading: Kamis, 16 April 2026 pukul 14.00 WIB.
- Jam perdagangan: 24 jam penuh.
Implikasi bagi Investor Ritel
Peluncuran ini memperlihatkan makin kuatnya minat pasar terhadap produk yang menjembatani saham global dan aset digital. Bagi investor ritel, kehadiran tokenized stocks dapat menjadi alternatif untuk membangun eksposur pada perusahaan teknologi besar dunia dengan proses yang lebih sederhana dan akses yang lebih luas.
Di sisi lain, investor tetap perlu memahami bahwa produk berbasis token tidak lepas dari risiko pasar, likuiditas, dan perbedaan harga pada jam perdagangan tertentu. Karena itu, perkembangan tokenized stocks di INDODAX menjadi salah satu sinyal bahwa aset digital kian bergerak ke arah utilitas yang lebih nyata dan terhubung langsung dengan kebutuhan investasi global.









