Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani meninjau fasilitas produksi Longi Green Energy Technology di Tiongkok untuk menjajaki kerja sama pengembangan energi surya. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi energi dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem energi terbarukan global.
Dalam agenda tersebut, Rosan disambut langsung oleh Chairman Longi Green Energy Technology, Baoshen Zhong, di pusat fasilitas produksi perusahaan panel surya raksasa itu. Kunjungan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mencari investasi, tetapi juga mendorong alih teknologi dan penguatan industri dalam negeri.
Fokus pada penguatan industri surya
Rosan menyebut penguatan industri energi surya sebagai salah satu fokus utama dari kunjungan ke fasilitas LONGI Green Energy Technology. Ia menilai kerja sama seperti ini penting untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia secara lebih terarah dan kompetitif.
Pemerintah melihat energi surya sebagai salah satu sumber daya yang paling relevan untuk memperluas bauran energi bersih. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan dorongan menuju nol emisi karbon, teknologi fotovoltaik dianggap memiliki peran strategis dalam transisi energi nasional.
Dorongan hilirisasi dan rantai pasok
Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan menempatkan hilirisasi sebagai salah satu instrumen utama untuk memperkuat industri energi. Pendekatan ini tidak hanya mengejar masuknya modal, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi dapat tumbuh di dalam negeri.
Rosan yang juga menjabat CEO Badan Pengelola Investasi Danantara menekankan pentingnya integrasi teknologi fotovoltaik bagi Indonesia. Integrasi itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas manufaktur nasional, memperkuat rantai pasok, dan membuat proses produksi lebih efisien.
Berikut poin utama yang menjadi perhatian dalam penjajakan kerja sama tersebut:
- Pengembangan teknologi panel surya dan fotovoltaik.
- Penguatan kapasitas manufaktur di Indonesia.
- Integrasi rantai pasok agar lebih efisien.
- Peluang riset dan pengembangan bersama.
- Dukungan terhadap hilirisasi industri energi bersih.
Peluang dari kolaborasi dengan Longi
Longi Green Energy Technology dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri energi surya global. Keberadaan perusahaan ini menjadi penting karena Indonesia membutuhkan mitra teknologi yang memiliki pengalaman besar dalam produksi dan pengembangan komponen fotovoltaik.
Kerja sama dengan Longi dapat membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan daya saing industri energi terbarukan. Jika kolaborasi ini berkembang, Indonesia berpotensi mendapatkan akses yang lebih luas terhadap teknologi produksi panel surya yang efisien dan berstandar tinggi.
Selain itu, hubungan dengan perusahaan global seperti Longi juga bisa mendukung pembangunan ekosistem industri yang lebih kuat. Ekosistem itu mencakup penelitian, produksi komponen, pengolahan material, hingga pemanfaatan energi surya di berbagai sektor.
Arti strategis bagi transisi energi Indonesia
Pemerintah Indonesia terus mendorong kebijakan hilirisasi di sektor strategis, termasuk energi. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan mempercepat transisi energi, memperbesar kapasitas industri nasional, dan menekan ketergantungan pada impor teknologi tertentu.
Energi surya memiliki posisi penting karena sumbernya melimpah dan penerapannya bisa dikembangkan dalam skala besar maupun kecil. Dari pembangkit listrik hingga instalasi atap, teknologi ini menawarkan fleksibilitas yang relevan bagi kebutuhan energi Indonesia yang terus tumbuh.
Dalam konteks yang lebih luas, penjajakan kerja sama di Tiongkok menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun kemitraan yang bukan hanya berorientasi investasi jangka pendek. Arah utamanya adalah menciptakan industri energi bersih yang mandiri, kuat, dan mampu bersaing di pasar regional maupun global.







