Martabe Hidup Lagi Mei 2026, UNTR Kejar 60.000 Ons Emas

United Tractors tengah menyiapkan langkah penting untuk menghidupkan kembali operasi tambang emas Martabe di bawah pengelolaan Agincourt Resources. Perseroan menargetkan aktivitas penambangan bisa dimulai lagi pada pertengahan Mei, setelah izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup turun pada Maret lalu di Jakarta.

Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, mengatakan perusahaan masih menyelesaikan sejumlah persiapan teknis dan administratif sebelum tambang kembali beroperasi penuh. Ia menyebut banyak faktor harus dipastikan siap lebih dulu agar proses pembukaan tambang berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

Fokus Persiapan Sebelum Produksi Dimulai

Iwan menjelaskan bahwa perusahaan tidak ingin tergesa-gesa dalam membuka kembali tambang emas Martabe. Menurut dia, tahapan awal harus mencakup kesiapan peralatan, kelengkapan dokumen, hingga pemenuhan prosedur operasional yang menjadi syarat utama.

“Untuk membuka tambang itu banyak faktor yang harus kami siapkan. Kami harapkan sambil mempersiapkan ini dan paperwork-nya keluar, mungkin pertengahan Mei kami bisa beroperasi lagi,” kata Iwan dalam konferensi pers di Jakarta.

Langkah ini menjadi penting karena Martabe merupakan salah satu aset emas utama yang memberi kontribusi bagi portofolio usaha UNTR. Pemulihan operasional diharapkan dapat menambah volume produksi emas perusahaan pada sisa tahun ini.

Target Produksi dan Penjualan Emas

Berdasarkan data yang dilansir dari Market, target produksi emas dari tambang Martabe dipatok sekitar 60.000 ons untuk sisa tahun ini. Selain itu, Direktur UNTR Vilihati Surya menyampaikan bahwa total target penjualan emas gabungan dari Agincourt Resources dan Sumbawa Juta Raya (SJR) diproyeksikan mencapai 82.000 ons.

Berikut ringkasan target yang disebutkan perseroan:

Keterangan Target
Produksi emas Martabe 60.000 ons
Penjualan emas gabungan Agincourt Resources dan SJR 82.000 ons

Target tersebut menunjukkan bahwa bisnis emas tetap menjadi bagian strategis dalam struktur pendapatan UNTR, meski skala kontribusinya masih berada di bawah bisnis kontraktor penambangan dan mesin konstruksi.

Kinerja Emas UNTR Masih Tertekan

Sepanjang 2025, segmen emas UNTR mencatat penjualan setara emas sebesar 227.000 ons. Angka itu turun 2 persen dibandingkan capaian tahun 2024, dengan PT Agincourt Resources atau PTAR turun 7 persen menjadi 213.000 ons dan SJR menyumbang 14.000 ons.

Tekanan pada kinerja emas ini menunjukkan bahwa pemulihan produksi Martabe bisa menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas volume penjualan emas perusahaan. Jika operasional kembali berjalan sesuai jadwal, penambahan output dari tambang tersebut berpotensi membantu memperbaiki kinerja segmen emas di periode berikutnya.

Lini Bisnis Utama Masih Jadi Penopang UNTR

Di sisi keuangan, United Tractors membukukan pendapatan bersih Rp131,3 triliun pada 2025. Angka itu turun 2,32 persen dari Rp134,4 triliun pada periode sebelumnya, sementara laba bersih perseroan menyusut 24,17 persen menjadi Rp14,81 triliun dari Rp19,53 triliun pada 2024.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih datang dari beberapa lini utama. Segmen kontraktor penambangan menyumbang Rp54,1 triliun, disusul mesin konstruksi Rp36,6 triliun, pertambangan batu bara Rp24,2 triliun, dan pertambangan emas serta mineral lainnya Rp14 triliun.

Kehadiran kembali tambang emas Martabe pada pertengahan Mei mendatang akan menjadi salah satu agenda bisnis yang paling diperhatikan pasar. Selain berdampak pada volume produksi emas, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa UNTR terus menjaga keseimbangan portofolio antara bisnis alat berat, tambang batu bara, dan mineral.

Exit mobile version