Maybank Tunjuk Presiden Komisaris Baru, Dividen Rp580 Miliar Disetujui Pemegang Saham

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menetapkan pembagian dividen tunai Rp580,07 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,65 triliun. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang juga menyetujui perubahan di jajaran komisaris dan direksi perseroan.

RUPST menetapkan dividen setara 35% dari laba bersih atau Rp7,61106 per saham. Adapun sisa 65% senilai Rp1,07 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi usaha ke depan.

Perubahan di jajaran komisaris dan direksi

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai presiden komisaris Perseroan. BNII juga mengangkat Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai komisaris, serta Mariana Husin sebagai direktur.

Di saat yang sama, masa jabatan Edwin Gerungan sebagai komisaris dan Ricky Antariksa sebagai direktur resmi berakhir. Rapat juga menyetujui pengangkatan kembali Hendar sebagai komisaris independen serta Effendi sebagai direktur.

Manajemen menyebut perombakan ini sebagai bagian dari penguatan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui inisiatif ROAR30. Perusahaan juga menargetkan peningkatan daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.

Susunan kepengurusan baru masih menunggu restu OJK

Meski RUPST sudah menetapkan nama-nama baru, tidak semua pengangkatan langsung efektif. Perseroan menyatakan pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai presiden komisaris, Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai komisaris, dan Mariana Husin sebagai direktur masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sampai persetujuan keluar, Dato’ Zulkiflee tetap menjabat sebagai komisaris. Sementara itu, posisi presiden komisaris masih dipegang oleh Dato’ Sri Khairussaleh Ramli.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan perubahan kepemimpinan ini mendukung upaya perseroan memperkuat posisi sebagai mitra keuangan regional. Ia menegaskan Indonesia tetap menjadi salah satu pasar penting bagi Maybank Group.

Susunan pengurus terbaru BNII

  1. Dewan Komisaris

    • Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid*
    • Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli
    • Komisaris: Datuk Lim Hong Tat
    • Komisaris Independen: Hendar
    • Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno
    • Komisaris Independen: Marina R. Tusin
    • Komisaris Independen: Daniel James Rompas
    • Komisaris: Dr. Hasnita Dato’ Hashim*
  2. Jajaran Direksi

    • Presiden Direktur: Steffano Ridwan
    • Direktur: Irvandi Ferizal
    • Direktur: Effendi
    • Direktur: Widya Permana
    • Direktur: Bambang Andri Irawan
    • Direktur: Shaiful Adhli Yazid
    • Direktur: Yessika Effendi
    • Direktur: Romy Hardiansyah
    • Direktur: Bianto Surodjo
    • Direktur: Mariana Husin*
  3. Dewan Pengawas Syariah
    • Ketua: M. Sa’ad Ih
    • Anggota: Sodikun
    • Anggota: Ahmad Satori

Tanda bintang pada nama tertentu menunjukkan pengangkatan masih menunggu persetujuan regulator.

Arti langkah BNII bagi investor

Pembagian dividen Rp580,07 miliar memberi sinyal bahwa BNII tetap menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan penguatan modal. Porsi laba ditahan yang lebih besar juga menunjukkan fokus bank pada ketahanan permodalan dan peluang ekspansi.

Di sisi lain, penyegaran pada kursi komisaris dan direksi menandakan BNII sedang menyiapkan struktur kepemimpinan yang lebih selaras dengan strategi jangka panjang. Perubahan ini penting karena bank menghadapi tantangan efisiensi, pertumbuhan kredit, digitalisasi layanan, dan persaingan yang semakin ketat di industri keuangan.

Source: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button