Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta memperkuat koordinasi untuk menghadapi tekanan global, ketidakpastian geopolitik, dan risiko perubahan iklim. Arahan itu ia sampaikan dalam BUMD Leaders Forum yang digelar bersama Bank Jakarta di Jakarta.
Pramono menilai BUMD perlu bergerak lebih solid agar bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi warga. Ia juga menekankan bahwa sejumlah perusahaan daerah Jakarta kini tidak lagi bisa dipandang sebagai pemain lokal semata karena skala perannya terus berkembang.
Konsolidasi BUMD jadi fokus utama
Pramono meminta BUMD menjalani konsolidasi dalam satu tahun ke depan melalui proses yang matang. Ia menegaskan bahwa penguatan tersebut dibutuhkan agar perusahaan daerah lebih siap menghadapi dinamika eksternal yang terus berubah.
“Saya mengharapkan agar dalam 1 tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi,” kata Pramono. Ia menambahkan bahwa BUMD seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya memiliki potensi besar untuk memberi dampak lebih luas bagi Jakarta.
Dalam forum itu, Pramono juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan terhadap faktor luar yang bisa memengaruhi kinerja BUMD. Menurut dia, kondisi geopolitik yang sedang sulit dan ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung dari April sampai September menjadi alasan perlunya persiapan lebih awal.
“Karena sekarang ini kondisi geopolitik sedang struggling dan sebentar lagi ada El Nino diperkirakan dari April sampai September ini, maka saya minta juga mereka mempersiapkan itu,” ujarnya.
Transparansi dan profesionalisme ditekankan
Pramono menilai konsolidasi tidak cukup hanya soal struktur bisnis. Ia juga meminta BUMD membangun budaya perusahaan yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional agar mampu bersaing di tengah tekanan eksternal.
Menurut dia, fondasi tata kelola yang baik akan membantu BUMD Jakarta menjadi lebih tangguh. Dengan pendekatan itu, perusahaan daerah diharapkan bisa memperkuat perannya sebagai pilar ekonomi daerah.
Arah baru pembiayaan dan investasi
Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menjelaskan forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Desember 2025. Fokus utamanya kini mengarah pada kemandirian finansial melalui akselerasi investasi dan creative financing.
Syaefuloh menyebut pada Triwulan I 2026 telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembiayaan untuk mendukung pembangunan daerah.
Forum tersebut juga membahas optimalisasi aset strategis dan penjaminan proyek melalui PT Jamkrida Jakarta. Sejumlah sektor produktif ikut disasar, mulai dari properti, fasilitas park and ride, hingga infrastruktur pengolahan air limbah.
Di akhir pertemuan, PAM Jaya dan Bank Jakarta menandatangani kesepakatan kredit yang dituangkan dalam Collaboration Charter. Dokumen itu menjadi dasar kerja sama antarlembaga BUMD untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta ke depan.
