Kolokoa Tunjukkan Zona Emas Luas, EMAS Makin Dekat Ubah Peta Produksi Pani

PT Merdeka Gold Resources Tbk melalui prospek Kolokoa di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menemukan indikasi zona mineralisasi emas yang dinilai cukup luas untuk mendukung penguatan produksi Tambang Emas Pani. Temuan ini muncul dari program eksplorasi di area konsesi seluas 14.670 hektar dan dipandang memiliki peran sebagai satelit bagi operasi utama perusahaan.

Analisis Cetro Trading Insight menyebut temuan di Kolokoa berpotensi memengaruhi arah produksi di Sulawesi Utara seiring agenda ekspansi perusahaan. Dari data awal yang tersedia, prospek ini tidak hanya menambah peta mineralisasi, tetapi juga membuka peluang integrasi yang lebih dekat dengan aset produksi yang sudah berjalan.

Hasil pengeboran awal menunjukkan indikasi menjanjikan

Pengeboran awal di Kolokoa mengungkap kadar emas mencapai 1,57 g/t pada permukaan. Dari hasil itu, target eksplorasi konseptual diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3-0,5 g/t emas.

Manajemen EMAS juga melaporkan bahwa 30 lubang bor telah selesai dari total rencana 82 lubang bor untuk tahun 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas estimasi Sumber Daya Mineral sekaligus menguji batas-batas zona mineralisasi yang ditemukan.

Hasil uji metalurgi mendukung prospek pengembangan

Dari sisi pengolahan, pengujian metalurgi bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi. Pada material oksida, angka recovery berada di kisaran 87-94 persen, sedangkan pada material transisi tercatat 81-92 persen.

Data tersebut menjadi penting karena menunjukkan material di Kolokoa memiliki karakter yang mendukung proses pengolahan dan integrasi dengan operasi Pani. Kinerja metalurgi yang kuat biasanya menjadi salah satu faktor penentu dalam menilai kelayakan pengembangan tambang batuan keras maupun tambang terbuka.

Posisi Kolokoa dekat dengan deposit utama Pani

Keunggulan lain dari prospek Kolokoa terletak pada lokasi. Area ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama Pani, sehingga peluang sinergi operasional dinilai terbuka lebar tanpa kebutuhan pembangunan infrastruktur tambahan yang besar.

Kedekatan geografis tersebut memungkinkan ekosistem produksi diperkuat dengan memanfaatkan fasilitas dan rencana pengembangan yang sudah ada. Dalam konteks eksplorasi dan pengembangan tambang, jarak yang dekat antara prospek satelit dan deposit utama sering menjadi faktor penting karena dapat menekan kompleksitas operasional.

Tahap berikutnya menunggu evaluasi bertahap

Setelah temuan awal ini, perusahaan akan melanjutkan evaluasi teknikal dan kinerja secara berjenjang. Proses itu dibutuhkan untuk memastikan apakah prospek Kolokoa dapat diintegrasikan secara optimal ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani.

Pendekatan bertahap juga menjadi bagian dari upaya untuk menjaga akurasi penilaian sumber daya, terutama ketika eksplorasi masih berlangsung dan data pengeboran belum sepenuhnya selesai. Dengan 52 lubang bor yang masih tersisa dari rencana tahun 2026, informasi geologi Kolokoa masih berpeluang berkembang lebih jauh.

Bagi EMAS, prospek Kolokoa kini menjadi salah satu titik penting yang dapat memperbesar basis sumber daya sekaligus memperkuat posisi Tambang Emas Pani sebagai aset utama. Jika hasil eksplorasi lanjutan tetap konsisten, zona mineralisasi ini berpotensi menambah kontribusi strategis bagi rantai produksi perusahaan di wilayah tersebut.

Exit mobile version