Alamtri Bagikan 99,96 Persen Laba Jadi Dividen Tunai, Sinyal Kuat Di Tengah Laba Yang Turun Tajam

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 447,50 juta dolar AS kepada pemegang saham. Nilai itu setara 99,96 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat mencapai 447,69 juta dolar AS.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta. Skema pembagian laba itu terdiri dari dividen final 197,50 juta dolar AS dan dividen interim 250 juta dolar AS yang lebih dulu dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Hampir seluruh laba dibagikan ke pemegang saham

Langkah Alamtri menunjukkan kebijakan distribusi laba yang sangat besar kepada investor. Dari total laba bersih yang diraih perseroan, hanya 194,22 ribu dolar AS yang tidak dibagikan sebagai dividen.

Sekretaris Perusahaan Alamtri, Maharani Cindy Opssedha, menjelaskan sisa laba itu akan masuk sebagai saldo laba perseroan. Informasi ini disampaikan dalam pengumuman resmi perusahaan kepada publik.

Porsi dividen yang mendekati seluruh laba bersih menjadi sorotan karena jarang ditemui pada emiten besar yang juga membutuhkan ruang untuk penguatan modal kerja. Dalam kasus ini, keputusan perusahaan menegaskan fokus pada pengembalian nilai kepada pemegang saham.

Buyback saham juga mendapat lampu hijau

Selain dividen, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp5 triliun. Kebijakan itu dijalankan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.

Aksi buyback biasanya dipandang sebagai salah satu langkah korporasi untuk mendukung struktur permodalan atau meningkatkan fleksibilitas pengelolaan saham beredar. Dalam rapat yang sama, Alamtri juga menyetujui pengurangan modal ditempatkan dan disetor melalui penarikan kembali 589.195.200 saham hasil buyback.

Setelah penyesuaian tersebut, total modal ditempatkan menjadi 28.800.494.200 saham dengan nilai nominal Rp2,88 triliun. Perubahan ini menunjukkan perusahaan menata ulang struktur modal agar lebih efisien.

Kinerja laba turun dibanding tahun sebelumnya

Meski tetap membukukan laba, capaiannya pada tahun buku 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun buku 2024. Saat itu, Alamtri meraih laba bersih sebesar 1,38 miliar dolar AS, jauh di atas realisasi terbaru.

Penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan tahunan perseroan sebesar 9,87 persen menjadi 1,87 miliar dolar AS. Kondisi itu menggambarkan tekanan pada kinerja operasi yang berdampak langsung pada profitabilitas.

Dari sisi sumber pendapatan, segmen pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 966,34 juta dolar AS. Di sisi lain, bisnis jasa pertambangan juga memberi kontribusi besar melalui pendapatan 865,28 juta dolar AS pada periode yang sama.

Kontribusi dua segmen utama usaha

Komposisi pendapatan itu memperlihatkan bahwa bisnis inti Alamtri masih bertumpu pada dua lini utama. Pertambangan dan jasa pertambangan sama-sama memegang peran penting dalam menjaga arus pendapatan perusahaan sepanjang tahun buku berjalan.

Meski pendapatan dan laba menurun dibanding tahun sebelumnya, perseroan tetap menunjukkan kekuatan dalam menghasilkan laba yang signifikan. Keputusan membagikan hampir seluruh laba bersih sekaligus melanjutkan buyback memberi gambaran tentang strategi perseroan yang tetap berfokus pada kepentingan pemegang saham dan penataan struktur modal.

Exit mobile version