Harga sejumlah bahan pangan di pasar nasional terpantau bergerak naik pada Minggu, 19 April 2026. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 08.15 WIB menunjukkan kenaikan terjadi pada daging sapi kualitas I, minyak goreng, beras, gula, dan beberapa komoditas lain.
Perubahan harga itu memperlihatkan pasar pangan masih berada dalam fase fluktuatif. Di saat sebagian komoditas naik, sejumlah bahan pokok lain justru turun cukup tajam, terutama telur ayam ras, bawang merah, dan daging ayam ras.
Daging sapi dan minyak goreng menjadi sorotan
Salah satu kenaikan yang paling terlihat terjadi pada daging sapi kualitas I. Harganya naik Rp50 menjadi Rp147.700 per kilogram secara mingguan, sementara daging sapi kualitas II justru turun Rp100 ke level Rp139.850 per kilogram.
Minyak goreng juga ikut bergerak naik. Minyak goreng curah tercatat bertambah Rp200 menjadi Rp20.300 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I naik Rp250 menjadi Rp23.500 per kilogram.
Kenaikan juga muncul pada minyak goreng kemasan bermerek II yang kini berada di harga Rp22.650 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga masih terasa di beberapa lapisan pasar minyak goreng.
Beras dan gula ikut menguat
Tren kenaikan tidak berhenti pada protein hewani dan minyak goreng. Di kelompok beras, harga beras kualitas bawah I naik Rp100 menjadi Rp14.600 per kilogram.
Beras kualitas medium I dan medium II masing-masing naik Rp50 dan kini berada di level Rp16.100 per kilogram serta Rp15.950 per kilogram. Adapun beras kualitas super I naik Rp100 menjadi Rp17.400 per kilogram, sedangkan super II naik Rp50 menjadi Rp16.900 per kilogram.
Komoditas pemanis juga mengalami penguatan harga. Gula pasir premium naik Rp100 menjadi Rp20.250 per kilogram, sementara gula pasir lokal naik Rp50 menjadi Rp19.150 per kilogram.
DMO dinilai menjaga pasokan Minyakita
Di tengah pergerakan harga minyak goreng, Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai kebijakan domestic market obligation atau DMO minyak goreng rakyat berjalan efektif. Ia menyebut kebijakan minimal 35% melalui BUMN Pangan terbukti menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga Minyakita di pasar.
“Realisasinya yang sudah melebihi 49% menunjukkan mekanisme distribusi berjalan dengan baik,” ujar Budi di Jakarta, Jumat 17 April 2026. Hingga 10 April 2026, harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp15.961 per liter dan turun 5,45% dibandingkan harga pada 24 Desember 2025 sebelum kebijakan berlaku.
Sejumlah komoditas lain justru turun
Di sisi lain, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Beberapa komoditas penting justru mencatat penurunan yang cukup besar, terutama pada kelompok telur, ayam, dan bawang.
Telur ayam ras segar menjadi komoditas dengan koreksi harga paling dalam. Harganya turun Rp2.500 menjadi Rp32.300 per kilogram, disusul bawang merah ukuran sedang yang merosot Rp1.200 menjadi Rp46.150 per kilogram.
Daging ayam ras juga melemah Rp1.100 dan kini berada di Rp40.400 per kilogram. Pada kelompok cabai, penurunan harga terlihat pada cabai merah keriting sebesar Rp350 menjadi Rp45.250 per kilogram, cabai rawit merah turun Rp115 menjadi Rp71.550 per kilogram, dan cabai rawit hijau turun Rp40 menjadi Rp48.950 per kilogram.
Selain itu, bawang putih sedang turun tipis Rp25 menjadi Rp39.950 per kilogram. Beras kualitas bawah II tercatat stabil di harga Rp14.550 per kilogram tanpa perubahan.
Pergerakan harga ini menunjukkan dinamika pasokan dan permintaan masih membentuk arah pasar pangan nasional. Bagi konsumen, perubahan paling terasa saat ini masih bertumpu pada daging sapi kualitas I, minyak goreng, beras, serta telur ayam ras yang menjadi komoditas harian penting di banyak rumah tangga.







