Pertamina Patra Niaga menegaskan dorongan terhadap kesetaraan gender di sektor energi dengan membuka ruang yang lebih luas bagi pekerja perempuan untuk berperan di berbagai lini. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional melalui budaya kerja yang inklusif.
Kebijakan tersebut tidak hanya berhenti pada pernyataan komitmen, tetapi juga terlihat dari komposisi tenaga kerja yang aktif di lingkungan perusahaan. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Bloombergtechnoz, lebih dari 1.200 pekerja perempuan atau sekitar 11 persen dari total tenaga kerja Pertamina Patra Niaga kini terlibat dalam operasional perusahaan.
Kesempatan yang setara di semua level
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan pekerja laki-laki dan perempuan dalam posisi yang setara berdasarkan kompetensi. Ia menyebut peluang kontribusi terbuka sama bagi seluruh pekerja agar dapat berkembang sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
“Perusahaan membuka peluang yang sama bagi pekerja laki-laki dan perempuan dalam berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Peluang dan kedudukan mereka setara dan memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja sesuai kompetensi dan bidangnya,” ujar Roberth.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender di perusahaan energi tidak diposisikan sebagai agenda simbolik. Pertamina Patra Niaga justru menjadikannya sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia yang mendukung kinerja bisnis dan keberlanjutan operasional.
Perempuan hadir di posisi strategis
Komitmen tersebut juga tampak dari penempatan perempuan di jajaran manajemen puncak. Dua nama yang disebut perusahaan adalah Tenny Elfrida sebagai Direktur Transformasi, Digitalisasi dan Sustainability, serta Dewi Kurnia Salwa sebagai Direktur SDM.
Keduanya memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di berbagai entitas dalam lingkup Pertamina Group. Kehadiran perempuan di posisi strategis ini memperlihatkan bahwa penyusunan kepemimpinan perusahaan dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas, pengalaman, dan hasil kerja, bukan semata-mata jenis kelamin.
Roberth juga menekankan bahwa kesetaraan gender di Pertamina Patra Niaga telah menjadi kenyataan dalam praktik kerja sehari-hari. Menurut dia, kebijakan tersebut memberi nilai tambah karena mendukung tujuan bisnis sekaligus memperkuat lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Peran perempuan juga kuat di lapangan
Kesetaraan di Pertamina Patra Niaga tidak hanya terlihat di level kantor dan manajemen. Perempuan juga menjalankan fungsi teknis yang menuntut ketelitian, ketahanan fisik, dan tanggung jawab tinggi di area operasional.
Salah satu contohnya adalah Nurdiyansari, operator di Kilang Cilacap sejak 2023, yang bertugas mengelola Waste Water Treatment. Pekerjaannya mencakup pengecekan pompa hingga membuka valve secara langsung, yang memperlihatkan bahwa perempuan juga memegang peranan penting dalam fungsi teknis energi.
Nurdiyansari menyampaikan bahwa dirinya mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pengalaman itu menegaskan bahwa ruang partisipasi di sektor energi dapat dibuka lebih luas ketika perusahaan memberi akses yang adil bagi semua pekerja.
Selaras dengan SDGs dan ESG
Langkah Pertamina Patra Niaga ini juga sejalan dengan poin kelima Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kesetaraan gender diposisikan bukan hanya sebagai kebijakan internal, tetapi juga sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan.
Roberth menegaskan bahwa perusahaan ingin menjadi lingkungan kerja yang aman bagi inovasi berkelanjutan dan ramah gender. Ia menyampaikan harapan agar Pertamina Patra Niaga dapat terus menjadi tempat kerja yang nyaman bagi perempuan yang berkontribusi di sektor energi nasional.
Pesan itu memperlihatkan bahwa pembahasan gender di industri energi tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan meningkatkan kualitas organisasi secara menyeluruh. Dalam konteks Pertamina Patra Niaga, kesetaraan dipahami sebagai elemen penting untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong tumbuhnya talenta perempuan di berbagai posisi kerja.
