BTN Ganti Wakil Komisaris Utama, Endra Gunawan Naik Saat Dividen Disetop 0%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN merombak susunan pengurus perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Menara BTN, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui penunjukan Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama baru untuk memperkuat arah pertumbuhan bisnis perusahaan.

Endra Gunawan saat ini juga menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN di Badan Pengaturan BUMN. Penunjukan tersebut sekaligus menutup masa tugas Dwi Ary Purnomo di posisi yang sama, setelah Dwi Ary aktif menjalankan tugas sebagai Direktur Keuangan di PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak 25 Februari 2026.

Penyegaran di tubuh manajemen BTN

Perubahan di jajaran pengurus ini tidak hanya terjadi di kursi komisaris. RUPST juga menetapkan Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo untuk tetap melanjutkan tugas sebagai anggota direksi BTN.

Manajemen menilai penyegaran struktur organisasi dibutuhkan agar perseroan tetap siap menghadapi agenda bisnis yang makin kompetitif. BTN juga menyebut formasi baru ini diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemegang saham hingga nasabah dan mitra usaha.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan optimisme atas susunan pengurus yang baru. Ia mengatakan, BTN percaya formasi tersebut akan memperkuat kepemimpinan perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Fokus pada modal dan ekspansi kredit

Selain menetapkan pengurus, rapat juga memberi sinyal kuat soal prioritas strategi BTN ke depan. Pemegang saham memutuskan laba bersih sepenuhnya dialokasikan untuk penguatan modal, sehingga dividend payout ratio ditetapkan 0%.

Nixon menjelaskan bahwa keputusan itu diambil karena modal dibutuhkan untuk pembelian portofolio kredit produktif maupun konsumtif. Nilai transaksi tersebut disebut mencapai lebih dari 20% ekuitas perusahaan, sehingga BTN memilih menjaga ruang permodalan tetap kuat.

“Jadi akhirnya disepakati, kita tidak membayarkan dividen atau dividend payout-nya 0% di tahun ini, karena memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi,” ujar Nixon. Ia menambahkan, langkah itu juga membuat BTN tidak perlu menerbitkan surat utang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

Arah strategi BTN ke depan

Keputusan menahan laba menunjukkan BTN sedang menyiapkan fondasi yang lebih besar untuk ekspansi. Di sisi lain, langkah ini juga mencerminkan kehati-hatian manajemen dalam menyusun struktur pembiayaan agar target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tetap bisa dicapai.

Dengan komposisi pengurus yang baru, BTN menempatkan penguatan tata kelola dan permodalan sebagai dua agenda penting yang berjalan bersamaan. Perubahan kepemimpinan di tingkat komisaris dan kelanjutan mandat sebagian direksi menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan strategi bisnis perseroan.

Berikut susunan pengurus BTN yang disahkan dalam rapat tersebut:

JabatanNama Pengurus
Wakil Komisaris UtamaEndra Gunawan
Direktur UtamaNixon LP Napitupulu
DirekturNofry Rony Poetra
DirekturEko Waluyo

Dengan susunan baru itu, BTN menegaskan fokusnya pada pertumbuhan yang berkelanjutan, penguatan modal, dan kesiapan menjalankan ekspansi kredit yang sudah disiapkan manajemen.

Berita Terkait

Back to top button