KMP Ferrindo 5 Kembali Berlayar, Urat Nadi Logistik Patimban-Pontianak Pulih Lagi

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan KMP Ferrindo 5 untuk melayani jalur distribusi logistik Patimban–Pontianak. Kapal ini sempat mengalami insiden kandas di alur keluar Pelabuhan Pontianak pada Minggu, 12 April 2026 pukul 23.30 WIB.

Pengaktifan kembali armada tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran lintas logistik jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF). Jalur ini memegang peran penting dalam menghubungkan arus barang dari Pulau Jawa menuju Kalimantan.

Peran Strategis Jalur Patimban–Pontianak

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan bahwa lintasan LDF Patimban–Pontianak memiliki fungsi strategis dalam jaringan distribusi nasional. Rute ini mempertemukan pusat produksi di Jawa dengan kawasan distribusi di Kalimantan.

Menurut Windy, konektivitas tersebut membantu menjaga pasokan barang tetap bergerak antarpulau. ASDP menempatkan jalur ini sebagai bagian dari penguatan layanan logistik yang berkelanjutan.

“Lintasan LDF Patimban–Pontianak memiliki peran strategis dalam menghubungkan pusat-pusat produksi di Jawa dengan wilayah distribusi di Kalimantan,” kata Windy.

Penanganan Pasca-Insiden Dilakukan Bertahap

ASDP menyebut seluruh tahapan pasca-insiden dijalankan dengan disiplin dan mengacu pada standar operasional. Perusahaan menekankan bahwa proses penanganan tidak hanya fokus pada pemulihan kapal, tetapi juga pada keamanan layanan logistik.

Windy mengatakan setiap langkah dilakukan secara terencana agar operasional tetap aman dan terkendali. Pendekatan ini dipakai untuk memastikan pelayanan distribusi nasional tidak terhenti lebih lama dari yang diperlukan.

Insiden kandasnya kapal terjadi karena pengaruh arus pasang yang kuat dan hembusan angin kencang. Kondisi alam itu membuat kapal terdorong keluar dari jalur pelayaran hingga tertahan di area berlumpur di sisi utara alur.

Pemeriksaan Teknis Sebelum Kapal Diberangkatkan

Sebelum kembali berlayar, KMP Ferrindo 5 menjalani pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Otoritas terkait memastikan seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi sebelum kapal memperoleh izin keberangkatan.

Windy menjelaskan bahwa kapal baru diberangkatkan setelah dinyatakan memenuhi ketentuan keselamatan dan mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dengan izin itu, kapal kemudian diberangkatkan menuju Patimban pada Kamis (23/4/2026).

“Kapal diberangkatkan menuju Patimban pada Kamis (23/4/2026), sehingga kembali memperkuat konektivitas logistik antarwilayah,” ujar Windy.

Kesiapan Operasional dan Dukungan Lapangan

General Manager ASDP Cabang Pontianak Adolf Enoch mengatakan evaluasi keselamatan terus dilakukan melalui pertemuan berkala. ASDP juga menyiapkan rencana kerja terpadu sebagai pedoman operasional di lapangan.

Adolf menyampaikan bahwa kesiapan teknis, termasuk peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima. Langkah ini dilakukan agar proses pelepasan kapal berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan.

“Seluruh kesiapan teknis, termasuk optimalisasi peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan,” kata Adolf.

Dukungan terhadap Pelayanan dan Distribusi Barang

Selama masa penanganan insiden, ASDP juga memberi perhatian pada pelayanan kepada penumpang. Evakuasi dilakukan bertahap dengan koordinasi yang terjaga, termasuk penyediaan fasilitas rumah singgah.

KMP Ferrindo 5 sendiri memiliki kapasitas sekitar 60 penumpang yang dikhususkan bagi pengemudi kendaraan logistik. Kapal ini juga mampu memuat hingga 40 unit kendaraan campuran dalam satu kali pelayaran.

Peran itu membuat kapal menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang serta stabilitas pasokan antarwilayah. ASDP menegaskan bahwa standar keselamatan dan koordinasi lintas pihak tetap menjadi dasar utama dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan.

“Melalui penerapan standar keselamatan yang konsisten, penguatan koordinasi lintas pihak, serta peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan, ASDP memastikan setiap pelayaran tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjaga kesinambungan distribusi logistik yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi,” tegas Adolf.

Exit mobile version