Mediflow Masuk Indonesia, Rumah Sakit Dipaksa Naik Kelas Demi Cegah Infeksi Operasi

Mediflow resmi membawa ekspansi strategis ke Indonesia dengan fokus yang cukup tegas: memperkuat infrastruktur rumah sakit agar selaras dengan standar internasional. Perusahaan teknologi kesehatan asal Australia itu menempatkan Indonesia sebagai pilar pertumbuhan utama di Asia Tenggara setelah lebih dulu beroperasi di Australia dan Thailand.

Langkah ini datang di tengah kebutuhan rumah sakit yang semakin menuntut keamanan prosedur bedah dan tata kelola ruang operasi yang lebih ketat. Mediflow menawarkan teknologi ventilasi canggih yang dirancang khusus untuk lingkungan medis, dengan penekanan pada pengendalian risiko infeksi.

Fokus pada ruang operasi dan kualitas udara

Sistem yang dibawa Mediflow mengutamakan sirkulasi udara bersih dan filtrasi HEPA untuk menekan risiko infeksi di rumah sakit. Perusahaan ini juga menggabungkan platform modular yang mengintegrasikan sistem aliran udara, pencahayaan bedah, dan struktur penunjang lain.

Founder dan Managing Director Mediflow, Jordan Gear, menilai ruang operasi harus diperlakukan sebagai aset strategis yang berpengaruh langsung pada hasil klinis. Ia menyebut tata kelola klinis dimulai dari transparansi melalui analisis hasil untuk terus meningkatkan keselamatan pasien.

Dorongan tersebut sejalan dengan perhatian para tenaga medis terhadap kualitas udara di ruang tindakan. Pakar mikrobiologi klinis dr. Ridha Wahyutomo menyoroti pentingnya Air Change per Hour atau ACH serta tekanan udara, karena aspek teknis ini kerap terabaikan dalam pencegahan transmisi infeksi di rumah sakit.

Beban infeksi yang mahal bagi rumah sakit

Jordan juga menyoroti dampak finansial dari Infeksi Luka Operasi atau SSI. Berdasarkan data yang tersedia, kerugian akibat kasus tersebut diperkirakan bisa mencapai USD10.000 hingga USD100.000 untuk setiap kasus.

Di sisi lain, tingkat infeksi di Indonesia disebut diprediksi mencapai tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan standar global. Hasil studi klinis juga menunjukkan sekitar 90 persen infeksi pada prosedur bedah bersih dipicu oleh kontaminasi melalui udara.

Data itu memperlihatkan bahwa infrastruktur udara bukan sekadar detail teknis, melainkan bagian penting dari strategi keselamatan pasien. Mediflow menempatkan pendekatan ini sebagai inti dari penawarannya di pasar Indonesia.

Dukungan industri dan kolaborasi lintas negara

Lauren Adams selaku Australia Trade and Investment Commissioner menyatakan dukungan Australia terhadap transformasi kesehatan di Indonesia. Bentuk dukungan itu mencakup kolaborasi komersial serta transfer keahlian antara kedua negara.

Masuknya Mediflow juga mendapat dukungan dari kawasan ekonomi khusus seperti D-HUB SEZ. Kehadiran perusahaan ini diharapkan mendorong rumah sakit di Indonesia untuk mencapai standar layanan global yang lebih tangguh dan kompetitif.

Dr. Ricky Edwin P. Hutapea, dokter spesialis ortopedi, menegaskan bahwa infeksi masih menjadi tantangan besar bagi setiap dokter bedah. Ia menilai infrastruktur lingkungan merupakan salah satu dari empat pilar krusial dalam menjaga keselamatan pasien.

Dengan kombinasi teknologi ventilasi, sistem modular, dan fokus pada kontrol kualitas udara, Mediflow menargetkan kebutuhan pembangunan maupun renovasi fasilitas kesehatan di tanah air. Ekspansi ini menempatkan infrastruktur rumah sakit sebagai salah satu titik kunci dalam upaya memperkuat layanan bedah dan keselamatan pasien di Indonesia.

Terkait