Jangan Salah Naik, Warna Stiker Bus Shalawat Jadi Kunci 21 Rute Jemaah Haji

Layanan bus shalawat kembali menjadi moda utama yang membantu pergerakan jemaah haji Indonesia di Makkah. Transportasi ini menghubungkan hotel tempat jemaah menginap dengan Masjidil Haram melalui 21 rute yang dibagi berdasarkan wilayah, nomor perjalanan, dan kode warna stiker.

Sistem ini dibuat agar arus jemaah lebih tertib dan mudah dikenali saat berangkat maupun pulang. Karena itu, jemaah perlu memahami pembagian terminal, nomor rute, dan warna stiker bus supaya tidak salah naik, terutama ketika kembali ke hotel.

Pembagian terminal dan wilayah layanan

Secara umum, bus shalawat dibagi ke tiga terminal utama di sekitar Masjidil Haram. Syisyah dan Raudhah dilayani menuju Terminal Syib Amir, Misfalah menuju Terminal Ajyad, sedangkan Jarwal dan Aziziyah menuju Terminal Jabal Ka’bah.

Pembagian ini mengikuti wilayah hotel jemaah di Makkah. Dengan pola tersebut, petugas bisa mengarahkan jemaah sesuai rute masing-masing dan mengurangi penumpukan di satu titik keberangkatan.

Warna stiker sebagai penanda penting

Selain nomor rute, warna stiker menjadi identitas cepat yang perlu dikenali jemaah. Warna hijau dan biru digunakan untuk rute Syisyah ke Syib Amir, merah untuk Raudhah ke Syib Amir, oranye untuk Jarwal ke Jabal Ka’bah, kuning untuk Aziziyah ke Jabal Ka’bah, dan pink untuk Misfalah ke Ajyad.

Penanda ini penting karena bus beroperasi 24 jam penuh dan jemaah kerap berangkat atau pulang pada waktu yang berbeda. Jika nomor rute sulit diingat, warna stiker bisa menjadi petunjuk praktis untuk memilih bus yang tepat.

Rute dari Syisyah ke Syib Amir

Kelompok Syisyah terbagi menjadi rute hijau dan biru, mulai dari rute 1 sampai rute 8. Rute-rute ini melayani banyak hotel, termasuk Emmar Al Jawhara, Royal Al Mashaer, Manazel Alfurqan, Shaza Asil, Hostel Yacoub Baik Algogandi, hingga Albilad Roya dan Hassan Hostel.

Sebagian besar hotel di kelompok ini terhubung ke Terminal Syib Amir. Dari terminal itu, jemaah bisa melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram sesuai arahan petugas lapangan.

Rute dari Raudhah ke Syib Amir

Untuk wilayah Raudhah, bus shalawat menggunakan stiker merah pada rute 9 sampai 11. Layanan ini mencakup hotel seperti Alsaad Flower 1, Ayan Tower, Dar Al Azhar, Saraya Amer, Diyar Alrawda, Safwat Alsharooq, dan beberapa hotel lain di sekitar wilayah tersebut.

Rute merah juga terhubung ke Terminal Syib Amir. Pola ini memudahkan jemaah Raudhah mengakses kawasan Masjidil Haram tanpa harus mencari transportasi tambahan.

Rute dari Jarwal dan Aziziyah

Jarwal dilayani melalui dua rute berstiker oranye, yakni rute 12 dan 13. Hotel yang tercantum antara lain Burj Al Wahda Almutamayiz, Hussein Biarey, Wehdah Al Khair, serta sejumlah hotel lain di jalur yang sama.

Aziziyah memakai stiker kuning untuk rute 14 dan 15. Keduanya melayani Al-Hidayah Towers, baik Gate 9A dan 9C maupun Gate 1 sampai 8, dan seluruhnya terhubung ke Terminal Jabal Ka’bah.

Rute dari Misfalah ke Ajyad

Kelompok Misfalah memiliki porsi rute paling banyak, yaitu rute 16 sampai 21 dengan stiker pink. Jaringan ini melayani hotel seperti Aldera, Burj Salah, Trust Makaan, Al Asalah Al Bakkiya, Manazel Al Hoor 2, Safwat Alhijaz, Tharwat Al Khalil, Hibba Al Hijrah 6, hingga Hassan Salem Al Jafri Hostel 1, 2, dan 3.

Semua rute pink mengarah ke Terminal Ajyad. Dari titik itu, jemaah bisa melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram dengan alur yang sudah diatur petugas.

Hal yang perlu diingat jemaah

Jemaah disarankan menuju halte terdekat dari hotel lalu mengikuti petunjuk petugas sesuai nomor rute. Jika ragu, warna stiker bisa menjadi acuan cepat untuk memastikan bus yang dinaiki sesuai tujuan.

Kebiasaan mengenali rute dan warna juga membantu saat kembali ke hotel, karena bus shalawat beroperasi selama 24 jam penuh dan melayani pergerakan jemaah secara terus-menerus di Makkah.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version