Danantara Akhirnya Buka Suara Soal Saham Gojek, Rosan Hanya Bilang Begini

Kabar soal pembelian saham Gojek oleh pemerintah lewat Danantara memicu perhatian besar karena menyentuh posisi negara di bisnis transportasi daring. Respons dari CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, justru belum membuka detail baru saat isu itu terus menjadi pembicaraan publik.

Rosan memilih irit bicara ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Saat ditanya soal pernyataan yang sebelumnya beredar, ia hanya menjawab singkat dan menutup sesi tanya jawab.

Pernyataan Danantara masih belum rinci

Saat diminta konfirmasi lebih jauh, Rosan tidak memberikan penjelasan mendalam mengenai transaksi yang disebut-sebut melibatkan saham aplikator ojek online. Ia juga belum mengungkap porsi kepemilikan atau angka akuisisi yang dimaksud.

“Nanti ya kalau itu,” ujar Rosan. Sementara itu, Danantara menyampaikan bahwa penjelasan lebih lanjut akan diberikan pada kesempatan mendatang.

Sorotan terhadap isu ini muncul setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil bagian dalam kepemilikan saham aplikator melalui Danantara. Pernyataan itu ia lontarkan dalam momentum peringatan Hari Buruh Sedunia pada Jumat (1/5/2026).

Dasco menjelaskan bahwa langkah tersebut ditujukan agar pemerintah punya posisi tawar dalam penyusunan kebijakan transportasi daring. Salah satu isu yang disorot adalah pengaturan potongan biaya pelanggan yang mencapai 20 persen.

Posisi pemerintah di ekosistem transportasi online

Menurut Dasco, kepemilikan saham itu dipandang sebagai instrumen regulasi yang lebih efektif bagi pengemudi maupun pengguna jasa. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator dan mengambil bagian saham.

“Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham,” kata Dasco. Pernyataan itu kemudian memicu perhatian publik karena dianggap membuka arah baru keterlibatan negara di sektor platform transportasi.

Selain Gojek, Dasco menyebut bahwa pembicaraan dengan Grab juga sedang berjalan. Ia mengatakan Danantara masih dalam proses negosiasi dengan penyedia layanan transportasi daring lainnya.

“Sementara masih Gojek, Danantara-nya sedang dalam proses pembicaraan dengan Grab,” ujar Dasco. Artinya, rencana keterlibatan negara tidak berhenti pada satu platform saja.

Di sisi lain, proses tersebut masih berada pada tahap pembicaraan. Hingga kini, detail transaksi, besaran saham, dan bentuk keterlibatan pemerintah belum dijelaskan secara terbuka oleh Danantara.

Kehadiran negara dalam struktur kepemilikan aplikator dinilai akan berkaitan langsung dengan kebijakan yang memengaruhi pengemudi dan konsumen. Fokus utamanya adalah bagaimana skema potongan biaya dan aturan operasional bisa lebih seimbang di lapangan.

Sikap hati-hati Rosan menunjukkan bahwa Danantara belum ingin membuka rincian sebelum ada penjelasan resmi berikutnya. Namun, sinyal dari DPR dan respons singkat dari pimpinan Danantara sudah cukup untuk membuat isu pembelian saham Gojek tetap menjadi perhatian utama.

Exit mobile version