IHSG Terselamatkan di 6.971,95 Setelah Sempat Menyentuh 7.069,69 Sepanjang Sesi

IHSG menutup perdagangan dengan penguatan tipis dan bertahan di level 6.971,95. Sempat bergerak lebih tinggi hingga menyentuh 7.069,69, indeks akhirnya parkir di zona hijau setelah sepanjang hari berfluktuasi cukup lebar.

Pergerakan ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang padat. RTI Business mencatat IHSG dibuka di 6.988,91, lalu sempat terkoreksi ke 6.946,05 sebelum kembali menguat menjelang penutupan.

Transaksi ramai, arah saham beragam

Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 21,10 triliun dengan volume 60,23 miliar saham. Frekuensi transaksi juga tinggi, yakni 2.440.779 kali, menurut data yang dikutip dari Detik Finance.

Meski indeks ditutup naik, arah pergerakan saham di bursa masih terpecah. Tercatat 327 saham menguat, sementara 357 saham melemah dan 134 saham bergerak stagnan.

Tekanan jangka pendek masih terasa

Kenaikan harian belum mampu menghapus pelemahan IHSG dalam beberapa periode terakhir. Dalam sepekan, indeks masih turun 2,21 persen dan terkoreksi 0,78 persen dalam sebulan.

Tekanan yang lebih besar terlihat pada data enam bulan terakhir. Pada periode itu, IHSG tercatat melemah 13,57 persen dan secara year to date turun 19,37 persen.

Masih positif dalam setahun

Di tengah koreksi pada jangka pendek dan menengah, IHSG masih menyimpan catatan positif secara tahunan. Dalam satu tahun terakhir, indeks saham domestik itu masih naik 9,25 persen.

Pergerakan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang sama-sama ditutup menguat. Sentimen regional membantu menopang penguatan, meski besarnya kenaikan di tiap pasar berbeda.

Bursa Asia ikut hijau

Hang Seng Index di Hong Kong mencatat penguatan paling besar di kawasan itu, yaitu 1,24 persen. Nikkei di Jepang juga naik 0,38 persen, sedangkan Shanghai Composite Index di China bertambah tipis 0,11 persen.

Kombinasi penguatan regional dan aktivitas transaksi yang tinggi membuat perdagangan berjalan dinamis. Namun, data performa periode panjang menunjukkan IHSG masih menghadapi tekanan yang belum sepenuhnya hilang.

Terkait