Danantara Indonesia Trust menargetkan alokasi dana filantropi minimal 1% dari total dividen BUMN yang diterima Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara setiap tahun. Dana itu akan diarahkan ke sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene atau water, sanitation, and hygiene (WASH).
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengatakan skema ini menjadi bagian dari upaya membangun filantropi yang kredibel dan berdampak luas. Ia menyebut lembaga tersebut ingin hadir bukan hanya sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai penghubung kolaborasi lintas sektor.
Fokus dana pada sektor dasar
Rosan menyampaikan bahwa alokasi 1% itu berasal dari total dividen yang diterima dari seluruh BUMN. Ia menyebut dana filantropi tersebut akan dipakai untuk program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung pembangunan sosial berkelanjutan.
Dalam peluncuran Kemitraan Strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Rosan menegaskan bahwa target itu berlaku setiap tahun. Menurut dia, pendekatan ini diharapkan membuat dana sosial yang dikelola Danantara lebih terarah dan punya ukuran manfaat yang jelas.
Dana awal dan tata kelola
Danantara Indonesia Trust saat ini juga telah mengantongi pendanaan awal sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,77 triliun. Rosan mengatakan dana awal itu menjadi modal penting untuk mempercepat program dan memperkuat kelembagaan filantropi yang sedang dibangun.
Ia menekankan pentingnya tata kelola yang kuat agar lembaga ini dapat dipercaya publik dan mitra strategis. Danantara Indonesia juga menggandeng Gates Foundation untuk pengembangan kelembagaan dan tata kelola filantropi.
Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan pihaknya sedang menyusun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning atau MEL. Ia menilai fondasi itu harus dibangun sejak awal agar mandat jangka panjang bisa berjalan secara kredibel.
Langkah awal dan mitra kerja
Danantara Indonesia Trust resmi didirikan pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi Danantara Indonesia. Lembaga ini mendapat mandat untuk mendorong pembangunan sosial berkelanjutan di Indonesia melalui pendekatan kolaboratif.
Pada peluncuran tersebut, Danantara Indonesia Trust menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency. Kemitraan ini menjadi pintu awal untuk menjalankan program yang lebih konkret di lapangan.
Sebagai program perdana, Danantara Indonesia Trust menyalurkan dukungan sekitar Rp 250 miliar untuk kesehatan ibu dan anak. Dukungan itu mencakup pengadaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, serta bantuan suplemen gizi mikro bagi ibu hamil dan ibu nifas.
Di bidang pendidikan, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu. Pada saat yang sama, kemitraan dengan Museum Nasional diarahkan untuk pengembangan perpustakaan dan ruang pembelajaran publik.
Nuraini mengatakan Danantara Indonesia Trust juga terus belajar dari berbagai sovereign wealth fund, lembaga filantropi, dan mitra pembangunan di tingkat nasional maupun global. Rosan menambahkan bahwa kolaborasi semacam itu akan terus diperluas agar dana filantropi yang dihimpun bisa memberi dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Source: www.beritasatu.com






