Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dari sisi perbankan berada dalam kondisi sangat kuat. Pernyataan itu ia sampaikan usai bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan sejumlah direktur utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Prasetyo menekankan bahwa kondisi tersebut perlu dibaca secara positif di tengah perhatian publik terhadap situasi ekonomi nasional. Ia menyebut koordinasi yang terus berjalan antara pemerintah, lembaga keuangan negara, dan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas dan menyelesaikan persoalan ekonomi yang muncul.
Koordinasi lintas lembaga jadi perhatian utama
Dalam pertemuan itu, Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada Danantara, Himbara, Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pelaku usaha yang terus menjaga komunikasi. Ia mengatakan kerja sama itu diarahkan agar berbagai pihak bisa saling berdiskusi dan mencari langkah yang paling tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi.
Menurut Prasetyo, kerja keras bersama menjadi kunci agar permasalahan ekonomi dapat ditangani dengan baik. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dibangun saat ini bukan hanya soal respons jangka pendek, tetapi juga upaya menjaga ketahanan ekonomi secara lebih luas.
Dasco sebut evaluasi perbankan hasilkan opsi buyback
Sufmi Dasco Ahmad juga memberikan penjelasan usai koordinasi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, dan Himbara. Ia mengatakan salah satu hasil evaluasi dari situasi perbankan saat ini adalah wacana buyback atau pembelian kembali saham-saham bank Himbara.
Dasco menilai kondisi perbankan saat ini sebenarnya berkembang sangat baik. Karena itu, saham-saham yang dinilai bagus disebut bisa menjadi objek pembelian kembali dalam kerangka evaluasi tersebut.
Kinerja Himbara dinilai berada di kondisi terbaik
Dari sisi perbankan, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa kinerja Himbara saat ini berada dalam kondisi terbaik secara fundamental. Ia memaparkan bahwa pertumbuhan kredit rata-rata di Himbara berada di kisaran 20 persen.
Selain itu, dana pihak ketiga juga tumbuh di kisaran 20-30 persen. Putrama menambahkan, likuiditas perbankan juga terjaga dengan sangat baik, dengan loan to deposit ratio atau LDR berada di kisaran 88 persen sampai 90 persen.
Sinyal optimisme dari sektor perbankan negara
Dengan indikator itu, Putrama menilai kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus. Ia juga menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak layak memunculkan kekhawatiran berlebihan maupun keraguan terhadap fundamental perbankan di bursa.
Pernyataan dari Istana, DPR, dan pimpinan bank negara itu memberi gambaran bahwa sektor perbankan nasional masih memiliki daya tahan kuat. Di saat yang sama, koordinasi antara pemerintah, lembaga pengelola dana, dan bank-bank Himbara tetap menjadi pijakan penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Source: www.viva.co.id