MediaRadar dan MiQ sama-sama memperluas peran iklan streaming olahraga saat belanja media digital terus bergeser ke Connected TV. Keduanya menyoroti satu hal yang kini makin jelas bagi pengiklan: olahraga langsung bukan lagi sekadar tambahan di layar streaming, tetapi sudah menjadi pusat strategi penargetan, pembelian, dan pengukuran.
Dorongan itu datang menjelang turnamen besar dunia seperti Piala Dunia FIFA 2026, ketika pemasar mempercepat investasi pada tayangan digital. Di saat yang sama, inventaris iklan di layanan streaming dan siaran langsung olahraga makin penting karena audiens bergeser ke platform on-demand dan live.
MediaRadar satukan AVOD dan live sports
MediaRadar mengumumkan ekspansi besar pada kapabilitas CTV untuk meningkatkan visibilitas pengiklan di ekosistem streaming dan siaran langsung olahraga. Perusahaan intelijen periklanan itu mengintegrasikan intelijen AVOD dan Live Streaming Sports ke dalam satu wadah agar pengiklan bisa melihat lanskap video modern secara lebih utuh.
Data kuartal pertama 2026 dari MediaRadar menunjukkan jumlah pengiklan di sektor AVOD naik 60 persen. Pada periode yang sama, materi kreatif juga meningkat hingga 2,5 kali lipat untuk memantau platform seperti The Roku Channel, YouTube, Netflix, Prime Video, Hulu, dan Peacock.
Infrastruktur kecerdasan MediaRadar saat ini melacak lebih dari 5 juta merek dengan nilai belanja media mencapai 280 miliar dolar AS. Jangkauannya mencakup lebih dari 30 saluran media dan liga premium seperti NFL, NBA, Formula 1, WNBA, dan Piala Dunia.
Tejas Desai, Chief Product & Technology Officer MediaRadar, mengatakan CTV kini tidak lagi hanya soal streaming serial dan film. Menurut dia, olahraga langsung, inventaris AVOD premium, dan strategi video lintas platform sedang menyatu menjadi pengalaman iklan yang seragam.
Desai juga menekankan bahwa klien bisa mengakses layanan data komprehensif itu lewat platform langsung, Data Cloud, maupun layanan khusus. Ia menyebut akses tersebut penting untuk memahami perubahan lanskap media modern yang makin kompleks.
MiQ dorong programmatic buying di olahraga langsung
Di sisi lain, MiQ melihat perpindahan program olahraga ke streaming sebagai alasan utama pemasar beralih ke pembelian terprogram. Platform media programatik itu memfasilitasi pembatasan inventaris olahraga langsung lewat kesepakatan pasar privat atau PMP untuk mengejar efisiensi biaya.
Mohammad Chughtai, Global VP of Strategy and Partnerships MiQ, menyebut pergeseran ke streaming sudah berlangsung lama. Ia mengatakan fokus pemasar kini bukan hanya pindah kanal, tetapi memaksimalkan investasi periklanan digital secara keseluruhan melalui strategi pengukuran yang lebih modern.
Chughtai menilai TV linier tradisional punya masalah biaya yang statis atau terus naik untuk menjangkau audiens yang makin menyusut. Sebaliknya, pasokan ruang iklan di streaming justru melimpah sehingga platform harus terus menurunkan harga inventaris agar tetap kompetitif.
Menurut dia, programmatic menambah lapisan efisiensi biaya yang penting untuk membuktikan bahwa investasi pengiklan menghasilkan return on ad spend yang layak. Ia juga menilai pengiklan mendapat penawaran yang baik di Connected TV, termasuk di YouTube.
Pengukuran jadi titik krusial
MiQ menilai penargetan dan pengukuran perlu dipisahkan dalam pembelian programatik. Untuk kampanye olahraga langsung, penargetan cenderung lebih luas dibandingkan pembelian CTV biasa, dengan sasaran seperti wilayah atau demografi dasar.
Justru pada sisi pengukuran, kebutuhan pengiklan menjadi lebih teknis. Chughtai menjelaskan bahwa pengiklan tetap perlu melihat apakah iklan mereka bekerja terhadap metrik performa, bahkan saat kampanye bersifat upper-funnel untuk membangun brand.
Ia menyebut model atribusi yang lebih canggih, termasuk marketing mix modeling atau MMM, kini membantu pengukuran skala besar pada iklan olahraga streaming. Model tradisional berbasis geolokasi dan penanda waktu memang cocok untuk iklan live sports, tetapi dulu sering memerlukan data bertahun-tahun dan laporan tiap tiga hingga enam bulan.
MiQ kini membangun solusi internal berbasis model Google Meridian. Sistem itu dapat menghasilkan laporan mingguan dan bahkan harian, sekaligus menurunkan hambatan masuk bagi pemasar kecil yang belum punya sumber daya untuk membuat model atribusi dari nol.
Chughtai juga menyoroti munculnya gelombang baru model open-source yang membuat pelaporan lebih cepat. Menurut dia, perkembangan ini membuka peluang lebih luas bagi pengiklan yang ingin masuk ke olahraga langsung tanpa harus mengandalkan pendekatan pengukuran yang berat dan mahal.
Perkembangan dari MediaRadar dan MiQ menunjukkan bahwa iklan olahraga streaming kini bergerak ke fase yang lebih matang. Pengiklan tidak hanya mengejar jangkauan, tetapi juga visibilitas yang lebih baik, pembelian yang lebih efisien, dan pengukuran yang lebih cepat di tengah persaingan inventaris CTV yang kian ketat.







