Kapal Pertamina Bertenaga Surya, Emisi Turun 79 Ton dari Laut

Pertamina mulai memanfaatkan tenaga surya di kapal pengangkut sebagai bagian dari langkah dekarbonisasi sektor maritim. Penerapan ini dilakukan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 dan diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun.

Sistem yang dipasang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) 32 kWh. Selain menurunkan emisi, penggunaan listrik tenaga surya di kapal itu juga diperkirakan menghemat konsumsi bahan bakar diesel sekitar 28,08 kiloliter per tahun.

Langkah dekarbonisasi di laut

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa pengurangan bahan bakar fosil juga bisa dilakukan di laut. Ia menyebut kombinasi energi surya dan baterai membuktikan dedieselisasi tidak hanya relevan di darat, tetapi juga di sektor pelayaran.

Menurut Agung, inisiatif ini menunjukkan kesiapan Pertamina untuk mempercepat transisi energi melalui penerapan teknologi yang lebih bersih. Implementasi pada kapal menjadi bagian dari upaya memperluas pemakaian energi terbarukan di lingkungan operasional perusahaan.

Kolaborasi tiga entitas Pertamina

Proyek ini melibatkan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai pengembang solusi energi terbarukan. PTK berperan sebagai operator armada, sementara Pertamina International Shipping (PIS) menjadi subholding Integrated Marine Logistics Pertamina.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menyebut keberhasilan proyek ini sebagai tonggak penting strategi dekarbonisasi maritim Pertamina. Ia menilai transisi energi dapat berjalan jika didukung kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk menerapkan teknologi baru.

Standar keselamatan jadi perhatian utama

PTK menekankan bahwa proyek energi bersih di kapal dijalankan dengan fokus besar pada keselamatan. Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, mengatakan proses perencanaan hingga pemasangan sistem mengikuti standar HSSE yang ketat.

Hal itu menjadi krusial karena OB Patra 2303 mengangkut muatan minyak, sehingga tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan instalasi pada fasilitas biasa. Eko menjelaskan bahwa pemasangan harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat agar operasional kapal tetap aman dan tidak terganggu.

Dukungan terhadap target emisi Pertamina

Inisiatif PLTS di kapal ini juga sejalan dengan target jangka panjang Pertamina untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Perusahaan menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 hingga 30%, dengan sasaran pengurangan emisi karbon sampai 1,9 juta ton CO2.

Dalam dua bulan pertama tahun ini, realisasi penurunan emisi di lingkungan Pertamina disebut telah mencapai 354.609 ton CO2 atau 112 persen dari target periode berjalan. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa langkah dekarbonisasi perusahaan terus bergerak melalui berbagai inisiatif, termasuk pemanfaatan energi surya di armada maritim.

Source: www.beritasatu.com

Terkait