PT Sillo Maritime Perdana Tbk atau SHIP kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, tetapi statusnya belum benar-benar lepas dari pengawasan ketat. Begitu suspensi dicabut, saham emiten pelayaran itu langsung masuk skema Full-Call Auction dan daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus.
Perubahan status itu menambah perhatian pasar terhadap SHIP setelah sahamnya sempat dihentikan sementara sejak 9 Juni 2026. Suspensi tersebut diberlakukan karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan.
Kembali dibuka, langsung masuk pemantauan khusus
BEI resmi membuka kembali perdagangan saham SHIP mulai sesi I perdagangan Senin, 22 June 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Namun, pembukaan ini dibarengi dengan penetapan status pemantauan khusus melalui Pengumuman Bursa Nomor Peng-PK-00048/BEI.PLP/06-2026 yang dirilis pada Jumat, 19 Juni 2026.
Bursa menyebut SHIP memenuhi Kriteria 10, yakni dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Status ini membuat perdagangan saham SHIP berada dalam mekanisme yang lebih ketat dibanding saham biasa.
Saham sempat melonjak saat perdagangan dibuka
Sesaat setelah kembali diperdagangkan, saham SHIP langsung menyentuh batas Auto-Reject Atas atau ARA. Saham ini naik 9,68 persen atau 135 poin ke level Rp1.530 per saham dengan volume 453 lot dan nilai transaksi Rp69,3 juta hingga jeda siang.
Lonjakan tersebut muncul setelah tekanan harga yang berat dalam beberapa periode sebelumnya. Dalam sebulan terakhir sebelum suspensi, saham SHIP terkoreksi 25,80 persen, lalu anjlok 64,32 persen dalam triwulan terakhir.
Tekanan harga sudah berlangsung lama
Secara tahun berjalan, kinerja saham SHIP juga tercatat terkontraksi 71,12 persen. Dari harga awal tahun Rp4.830, saham ini turun menjadi Rp1.395 sebelum suspensi diberlakukan.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pembukaan kembali perdagangan belum otomatis menghapus tekanan yang sempat menimpa saham SHIP. Justru, status pemantauan khusus memberi sinyal bahwa bursa masih menaruh perhatian pada dinamika perdagangan saham ini.
Alasan suspensi dan sikap bursa
BEI menegaskan penghentian sementara yang berlangsung hampir dua pekan itu dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan investor publik. Bursa juga menempatkan jeda perdagangan sebagai ruang bagi investor untuk menimbang keputusan secara lebih matang berdasarkan informasi yang tersedia.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, mengatakan penghentian sementara dilakukan agar investor punya waktu mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada untuk setiap pengambilan keputusan investasinya. Imbauan serupa juga disampaikan kepada pelaku pasar agar terus memantau keterbukaan informasi dari manajemen perseroan secara berkala.
Dengan status baru ini, pergerakan SHIP akan tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena sudah berada dalam skema FCA dan pemantauan khusus. Di tengah lonjakan awal setelah suspensi dicabut, arah berikutnya tetap sangat bergantung pada respons pasar dan informasi yang terus dibuka oleh perseroan.







