PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai memperkuat salah satu simpul penyeberangan terpenting di Bangka Belitung dengan membangun Dermaga II di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga meningkatkan kapasitas Dermaga I agar layanan di lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api lebih siap menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat.
Langkah ini menyasar kebutuhan yang kian besar di jalur penyeberangan tersebut. ASDP menyiapkan infrastruktur baru agar operasi kapal lebih fleksibel, terutama saat arus tinggi pada masa puncak angkutan seperti Nataru dan Lebaran.
Menjawab beban layanan yang terus naik
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran penting dalam konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan Dermaga Tanjung Kalian diposisikan sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang lebih andal.
Heru juga menyoroti kebutuhan menjaga kelancaran layanan saat periode sibuk. Menurut dia, kapasitas pelabuhan perlu ditingkatkan agar mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat tanpa mengganggu pola operasi kapal.
Spesifikasi dermaga baru dan perluasan fasilitas lama
Dermaga II disiapkan untuk melayani kapal dengan kapasitas maksimal 1.000 gross ton atau GT. Fasilitas baru ini dirancang memiliki panjang 58 meter dan lebar 13 meter.
Dermaga I juga tidak dibiarkan dalam kapasitas awalnya. ASDP akan memperluas dermaga tersebut hingga mampu mengakomodasi kapal yang lebih besar, yakni sampai 2.000 GT, dengan ukuran baru panjang 70 meter dan lebar 15 meter.
Penguatan dua dermaga ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pengaturan sandar kapal. Dengan begitu, arus perpindahan penumpang, kendaraan, dan logistik dapat berjalan lebih lancar di lintasan yang menjadi penghubung penting antara Sumatera dan Bangka Belitung.
Lintasan yang sudah sangat padat
Lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api selama ini memang mencatat aktivitas tinggi. Operasi di jalur ini melibatkan kapal-kapal seperti KMP Madani, KMP Mutis, dan KMP Belanak.
Selama periode Januari hingga Mei 2026, lintasan tersebut telah melayani 76.875 penumpang dan 58.952 kendaraan. Angka itu menunjukkan besarnya ketergantungan mobilitas masyarakat pada layanan penyeberangan di pelabuhan ini.
Dukungan daerah untuk mobilitas dan ekonomi
Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Dukungan ini diberikan dengan harapan fasilitas yang lebih kuat dapat membuat mobilitas warga lebih nyaman dan mengurangi kendala operasional yang kerap muncul pada masa-masa ramai.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai proyek ini diharapkan berjalan lancar dan memberi dampak lebih luas bagi wilayah setempat. Ia menyebut pengembangan pelabuhan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, terutama di Mentok dan Bangka Barat.
Agustinus Cahyo, General Manager ASDP Cabang Bangka, menambahkan bahwa pembangunan dan peningkatan dermaga ditujukan untuk membuat waktu tunggu sandar lebih terkendali. Dengan kapasitas yang lebih besar, pelayanan terhadap penumpang, kendaraan, dan logistik juga diharapkan berjalan lebih optimal.







