Tekanan jual di pasar saham domestik semakin berat setelah jeda makan siang. Pada pembukaan sesi II perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, IHSG langsung melemah tajam dan turun semakin jauh dari level psikologis 6.000.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, indeks sempat bertahan di kisaran 6.002 saat penutupan sesi I. Namun begitu pasar kembali dibuka, pelemahan di hampir semua sektor membuat laju indeks kian tertekan.
Pada sekitar pukul 14.20 WIB, IHSG tercatat di level 5.925,05 atau turun 2,89 persen dari penutupan sebelumnya. Posisi itu menunjukkan tekanan jual belum mereda, bahkan justru menguat setelah lunch break.
Pelemahan Berlanjut Sejak Awal Perdagangan
Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan tren turun yang konsisten sejak pembukaan. Setelah sempat dibuka di atas level 6.100, indeks terus merosot dan akhirnya menembus level 6.000 menjelang akhir sesi pertama.
Saat sesi II dimulai, pasar tidak menunjukkan pemulihan berarti. Sebaliknya, indeks kembali bergerak melemah dan menyentuh titik terendah harian di area 5.925.
Kondisi ini membuat koreksi harian IHSG makin dalam. Sebelumnya, penurunan indeks masih berada di kisaran 2,3 persen, lalu membesar mendekati 3 persen.
Tekanan Menyebar ke Mayoritas Indeks
Pelemahan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia juga ikut tertekan dan bertahan di zona merah.
Indeks LQ45 turun 2,66 persen, sedangkan IDX30 melemah 2,51 persen. IDX80 bahkan terkoreksi lebih dalam sebesar 3,11 persen.
Indeks IDXLQ45LCL juga turun 2,58 persen. Data tersebut menunjukkan tekanan jual berlangsung luas dan tidak terbatas pada saham-saham tertentu saja.
Level Psikologis 6.000 Gagal Dipertahankan
Salah satu sorotan utama dari perdagangan hari ini adalah kembali jebolnya level 6.000. Area tersebut sempat dijaga pasar selama sesi pertama, tetapi tidak mampu dipertahankan setelah jeda siang.
Penurunan ke 5.925 membuat IHSG kehilangan hampir 200 poin dari posisi penutupan sebelumnya di 6.101. Pergerakan itu memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi perdagangan domestik.
Investor kini mencermati apakah tekanan jual akan berlanjut hingga penutupan atau mulai mereda pada sisa sesi perdagangan. Sampai pukul 14.20 WIB, IHSG masih bertahan di kisaran 5.925 dengan arah pergerakan yang belum menunjukkan tanda pemulihan kuat.
Source: www.viva.co.id






