Airlangga Pastikan Listrik Bergilir Berakhir Juni 2026, Dua Pembangkit Tumbang Lumpuhkan Jawa

Author: Qoo Media

Pemerintah memastikan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa segera berakhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemulihan total akan terjadi setelah bulan Juni, mengikuti komitmen yang disampaikan PLN.

Pernyataan itu menjadi kabar penting bagi kawasan industri dan pelanggan di Jawa yang terdampak gangguan pasokan. Airlangga menyampaikan kondisi tersebut saat ditemui di kantornya, Jakarta, dan mengakui hambatan suplai daya sudah mengganggu operasional sejumlah sektor vital.

Dampak ke sektor industri masih dipantau

Airlangga menegaskan bahwa kerugian materiil dan dampak terhadap laju ekonomi nasional masih dalam tahap pengkajian mendalam. Ia juga menyoroti bahwa beberapa sektor, terutama industri di Jawa, terdampak langsung oleh kondisi ini.

Meski begitu, pemerintah belum merinci besaran kerugian yang muncul akibat pemadaman bergilir tersebut. Fokus utama saat ini masih pada pemulihan pasokan agar aktivitas ekonomi bisa kembali normal.

PLN lakukan manajemen beban terukur

PLN sebelumnya mengonfirmasi gangguan teknis pada sistem kelistrikan setelah dua unit pembangkit berkapasitas besar mengalami kerusakan operasional. Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, PLN mengambil langkah pembatasan beban secara terukur di sejumlah wilayah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan pasokan listrik di wilayah Jawa masih dalam kondisi terkendali. Namun, PLN tetap melakukan manajemen beban terbatas demi menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

Menurut penjelasan PLN, pemadaman dilakukan karena dua infrastruktur pembangkit utama tidak beroperasi secara mendadak akibat gangguan teknis. Kondisi itu memicu defisit daya dan langsung menekan kapasitas distribusi energi ke masyarakat.

Sejumlah wilayah Jawa terdampak

Pemadaman berdurasi panjang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Wilayah yang terdampak antara lain Demak, Semarang, Solo, Bekasi, Bandung, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Situasi ini membuat manajemen PLN memprioritaskan percepatan perbaikan fasilitas yang terdampak. PLN juga menggandeng berbagai mitra strategis untuk mempercepat proses pemulihan pasokan listrik di lapangan.

Dengan janji normalisasi setelah bulan Juni, perhatian kini tertuju pada kecepatan perbaikan pembangkit dan stabilitas jaringan listrik di wilayah terdampak. Pemerintah dan PLN sama-sama menempatkan pemulihan pasokan sebagai langkah utama untuk menghentikan pemadaman bergilir di Pulau Jawa.

Terbaru