PT Asuransi Tri Pakarta atau Tripa membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,57 triliun sepanjang 2025. Capaian itu tumbuh 9,52% secara tahunan dan setara 131,70% dari target RKAP 2025.
Kinerja tersebut juga diikuti hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp149,44 miliar. Angka itu melampaui target RKAP hingga 277,74%, sementara laba setelah pajak mencapai Rp78,33 miliar atau 112,10% dari target yang ditetapkan.
Target perusahaan terlampaui
Direktur Utama Asuransi Tripa G. C. Koen Yulianto menyampaikan bahwa hasil itu mendapat apresiasi dari pemegang saham. Menurut dia, pencapaian produksi dan laba menunjukkan perusahaan mampu memenuhi harapan yang telah ditetapkan.
Koen menjelaskan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 menilai seluruh target utama perusahaan tercapai. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut lahir dari komitmen menjaga tata kelola, efisiensi operasional, dan strategi bisnis yang adaptif.
Peringatan untuk tahun berikutnya
Meski mencatat kinerja positif, Tripa meminta langkah yang tetap hati-hati untuk menghadapi kondisi ekonomi yang belum stabil. Koen menekankan bahwa dinamika makroekonomi global dapat memengaruhi industri asuransi secara umum.
Ia juga menyoroti perubahan kurs yang masih bergerak dinamis. Kondisi itu dapat berdampak pada pemegang polis karena nilai asuransi pada umumnya ikut naik.
Koen mengatakan pemegang saham tetap berharap Tri Pakarta bisa tumbuh sambil menjaga fundamental keuangan. Perusahaan juga masih menghadapi target besar untuk mencapai ekuitas Rp1 triliun sesuai ketentuan POJK pada 2028.
Lini usaha penopang premi
Dari sisi portofolio, asuransi properti menjadi penyumbang premi terbesar dengan porsi 40%. Setelah itu, asuransi kredit menyumbang sekitar 25% terhadap total premi perusahaan.
Komposisi itu menunjukkan bisnis Tripa masih ditopang oleh dua lini utama tersebut. Pada saat yang sama, perusahaan terus berupaya menjaga keseimbangan pertumbuhan dan kehati-hatian dalam menghadapi risiko pasar.
Investasi dan aset ikut naik
Selain pendapatan jasa asuransi, Tripa juga mencatat pendapatan investasi sebesar Rp71,75 miliar. Nilainya tumbuh 13,85% dibandingkan tahun sebelumnya dan ikut memperkuat kinerja perusahaan.
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp4,37 triliun. Angka ini menambah ruang bagi Tripa untuk melanjutkan penguatan bisnis di tengah tekanan ekonomi yang masih berpotensi berubah.
Ke depan, Tripa menyebut akan meneruskan transformasi bisnis melalui digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk dan layanan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan menempatkan langkah-langkah tersebut sebagai fondasi untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memenuhi tuntutan modal dan ketahanan usaha.
