Transformasi industri rendah karbon kini menjadi salah satu fokus utama dalam agenda dekarbonisasi nasional. PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat langkah itu melalui partisipasi dalam Program Net Zero Industrial Precincts (NZIP) untuk mendukung target Net Zero Emission sektor industri pada 2050.
Program ini mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan, tenant, dan pemangku kepentingan lain dalam upaya menurunkan emisi secara terukur. Pendekatannya tidak hanya menekankan efisiensi energi, tetapi juga pembangunan infrastruktur bersama, pemanfaatan energi rendah karbon, dan pengelolaan lingkungan yang lebih terpadu.
Kawasan industri didorong menjadi ekosistem rendah karbon
Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Winardi, menegaskan bahwa transformasi kawasan industri merupakan langkah strategis untuk mencapai target dekarbonisasi sektor industri nasional. Menurutnya, kawasan industri kini perlu diposisikan sebagai ekosistem yang mendukung efisiensi sumber daya dan penggunaan energi rendah karbon.
Ia menjelaskan bahwa pengurangan emisi bisa dicapai lewat kerja sama lintas pihak di dalam kawasan industri. Peluang itu mencakup peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi rendah karbon, pembangunan infrastruktur bersama, dan penguatan permintaan terhadap produk industri rendah emisi.
NZIP berjalan bertahap dengan fokus yang berbeda
Program NZIP disusun dalam beberapa fase untuk memastikan proses transisi berjalan terarah. Fase 1 yang berlangsung pada 2024–2025 menghasilkan pemetaan kawasan industri potensial dan kerangka analisis sebagai dasar pengembangan kawasan industri rendah karbon.
Fase berikutnya, yakni 2025–2028, berfokus pada penyusunan jalur transisi dekarbonisasi, kajian sosial ekonomi, analisis pasar, dan pengembangan peluang investasi. IWIP menjadi salah satu kawasan industri yang ikut dalam implementasi NZIP Fase 2.
IWIP dorong dekarbonisasi lewat energi terbarukan
Deputy General Manager Sustainable Development IWIP, Deky Tetradiono, menyebut program tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan kawasan industri rendah karbon secara lebih terintegrasi. Ia menilai pendekatan kawasan memberi ruang untuk mengidentifikasi peluang pengurangan emisi secara lebih komprehensif.
Melalui kerangka itu, IWIP dapat mendorong pengembangan infrastruktur bersama, meningkatkan efisiensi energi, dan mempererat kolaborasi dengan tenant. Pendekatan tersebut diharapkan membuat implementasi dekarbonisasi berjalan lebih efektif di tingkat kawasan.
Sejumlah inisiatif sudah dijalankan
Sebagai bagian dari transformasi menuju kawasan industri rendah karbon, IWIP mengembangkan berbagai langkah dekarbonisasi yang saling terhubung. Inisiatif itu mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu berkapasitas 2×2,5 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 15 megawatt.
IWIP juga memanfaatkan waste heat generation sekitar 90 megawatt untuk meningkatkan efisiensi energi. Di sisi lingkungan, rehabilitasi kawasan mangrove ikut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyerapan karbon.
Ekonomi sirkular ikut diperkuat
Selain energi terbarukan, IWIP mengadopsi prinsip cleaner production dengan menerapkan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Pengembangan hilirisasi sesuai pohon industri juga dijalankan untuk mendukung terciptanya ekonomi sirkular.
Di tingkat kawasan, perusahaan terus memperluas infrastruktur bersama, menerapkan standar lingkungan, dan memperkuat kolaborasi dengan tenant. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menjaga pengelolaan kawasan tetap berkelanjutan.
Keterlibatan tenant dan masyarakat ikut diperluas
Transformasi rendah karbon tidak hanya bertumpu pada teknologi dan infrastruktur. IWIP juga mendorong komunikasi, edukasi, dan kampanye lingkungan untuk tenant, karyawan, serta masyarakat sekitar.
Pendekatan ini dipakai untuk meningkatkan partisipasi seluruh pihak dalam mendukung kawasan industri hijau. Dengan keterlibatan yang lebih luas, agenda dekarbonisasi diharapkan berjalan lebih konsisten dan memberi dampak yang lebih kuat bagi pengembangan industri nasional.
Melalui Program NZIP dan rangkaian inisiatif yang dijalankan, IWIP menempatkan pengembangan kawasan industri rendah karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, tenant, dan pemangku kepentingan lain menjadi elemen penting untuk mendorong sektor industri nasional yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.
