Peresmian lima bendungan oleh Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu hal penting: infrastruktur air kini diposisikan sebagai fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional. Dua di antaranya, Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh, dibangun tuntas oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Brantas Abipraya menyambut peresmian itu sebagai pengakuan atas peran BUMN konstruksi dalam proyek strategis nasional. Perusahaan menilai keberadaan bendungan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dukungan untuk Asta Cita dan kebutuhan petani
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyebut Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung Asta Cita Pemerintah. Ia menegaskan, manfaat utama infrastruktur bendungan ada pada penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional.
Menurut Dian, bendungan tidak hanya menyediakan air untuk sektor pertanian. Infrastruktur ini juga memberi manfaat lain, seperti penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional,” ujar Dian Sovana.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan akan terus menghadirkan karya konstruksi yang berkualitas untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Brantas Abipraya menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi penting bagi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
Pesan Prabowo soal air untuk petani
Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan bendungan harus benar-benar memberi manfaat bagi petani. Dalam peresmian itu, ia mengingatkan bahwa air dari bendungan harus sampai ke lahan yang membutuhkan.
“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Presiden.
Pesan itu memperlihatkan arah kebijakan yang menempatkan bendungan sebagai instrumen untuk menjaga produksi pangan. Dengan begitu, manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada aspek konstruksi, tetapi terasa langsung di lapangan.
Detail manfaat Bendungan Sidan
Bendungan Sidan di Bali dibangun untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta m³ dan dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan wilayah.
| Bendungan | Fungsi Utama | Data Penting | Manfaat Tambahan |
|---|---|---|---|
| Sidan | Air baku, irigasi, pengendalian banjir | 68 meter; kapasitas 5,76 juta m³ | Energi 8,08 MW |
| Keureuto | Air pertanian, air baku, pengendalian banjir | Mereduksi banjir 627 Ha; air baku 650 liter/detik | PLTS Apung 179 MW; PLTA 6,3 MW |
Secara operasional, Bendungan Sidan menargetkan suplai air baku sebesar 1,75 m³/s. Bendungan ini juga melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km dan mereduksi banjir untuk area 108 hektare.
Selain itu, Sidan memiliki potensi pembangkit energi sebesar 8,08 MW. Kombinasi fungsi itu membuat bendungan ini relevan bukan hanya bagi kebutuhan air, tetapi juga bagi dukungan energi dan pengelolaan lingkungan.
Peran strategis Bendungan Keureuto
Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara menjadi infrastruktur vital bagi wilayah pertanian di Aceh dan sekitarnya. Bendungan ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dari sisi pengendalian banjir, Keureuto mampu mereduksi banjir seluas 627 hektare. Untuk air baku, bendungan ini menyediakan kapasitas 650 liter per detik bagi Kec. Paya Bakong, Kec. Tanah Luas, Kec. Pirak Timu, Kec. Matang Kuli, dan Kec. Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara.
Keureuto juga memiliki potensi energi melalui PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW. Dengan fungsi berlapis itu, bendungan ini diposisikan sebagai penopang penting bagi ketahanan air dan pangan daerah.
Komitmen konstruksi dan proyek strategis nasional
Brantas Abipraya menyebut seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan mutu. Sebagai kontraktor pelaksana, perusahaan ingin memastikan bendungan yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Perseroan juga menegaskan bahwa pengalaman lebih dari empat dekade menjadi modal penting dalam mengerjakan proyek strategis nasional. Selain bidang sumber daya air, Brantas Abipraya selama ini dipercaya menggarap jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, hingga infrastruktur lainnya.
Melalui Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto, perusahaan kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Fokusnya adalah menghadirkan infrastruktur yang kokoh, memberi nilai sosial dan ekonomi, serta mendukung target swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Source: www.viva.co.id






