Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, Indonesia justru kembali mendapat pengakuan dari lembaga keuangan internasional. IMF dan Asian Development Bank sama-sama mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebuah sinyal bahwa fondasi ekonomi domestik dinilai masih kuat.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyebut penilaian itu sebagai kabar penting bagi kepercayaan pasar. Ia menyampaikannya dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa (14/7).
Proyeksi IMF dan ADB tetap positif
Dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026, Dana Moneter Internasional mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% untuk 2026. Pada saat yang sama, IMF justru memangkas proyeksi pertumbuhan negara berkembang lain di Asia dari 5,1% menjadi 5%.
Asian Development Bank juga mengambil sikap serupa. Dalam publikasi terbarunya pada Juli 2026, ADB mempertahankan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,2% meski proyeksi kawasan Asia Tenggara secara umum turun dari 4,7% menjadi 4,6%.
| Lembaga | Proyeksi Indonesia | Konteks Lain |
|---|---|---|
| IMF | 5% untuk 2026 | Proyeksi negara berkembang Asia turun dari 5,1% ke 5% |
| ADB | 5,2% | Proyeksi Asia Tenggara turun dari 4,7% ke 4,6% |
Ferry mengatakan, tetap bertahannya proyeksi dari dua lembaga itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih mampu bertahan di tengah lingkungan yang sangat dinamis. Menurut dia, kondisi itu layak dipandang sebagai sinyal positif yang perlu dijaga.
Pasar keuangan dan rating kredit ikut memberi dukungan
Resiliensi ekonomi Indonesia juga terlihat dari pasar keuangan domestik. Setelah sempat bergerak sangat dinamis, Indeks Harga Saham Gabungan dilaporkan kembali stabil di level 6.000-an.
Di sisi lain, Standard & Poor’s Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Status itu menegaskan Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi atau investment grade.
| Indikator | Status Terkini | Makna |
|---|---|---|
| IHSG | Stabil di level 6.000-an | Menunjukkan pasar domestik mulai tenang |
| S&P Global Ratings | BBB jangka panjang, A-2 jangka pendek | Outlook stabil dan tetap investment grade |
Ferry menyebut peringkat itu juga sejalan dengan penilaian dari Moody’s dan Fitch yang sebelumnya turut mempertahankan status investasi Indonesia. Menurutnya, rangkaian keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan yang kuat dari lembaga pemeringkat terhadap pengelolaan ekonomi nasional.
Mediaindonesia.com melaporkan, Ferry menilai momentum ini perlu terus dijaga agar tetap menjadi fondasi bagi kepercayaan investor. Ia menegaskan bahwa kepercayaan itu penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di tengah tekanan global yang belum mereda, bertahannya proyeksi pertumbuhan dan rating kredit Indonesia memberi gambaran yang sama: ekonomi domestik masih dianggap punya daya tahan tinggi. Bagi pemerintah, sinyal itu menjadi modal penting untuk mempertahankan stabilitas dan menarik minat investor di periode berikutnya.
Source: mediaindonesia.com






