PT BRI Asuransi Indonesia atau BRINS menutup 2025 dengan laba setelah pajak Rp674,75 miliar, naik 21,15% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp556,95 miliar. Kenaikan laba ini terjadi ketika perusahaan mulai menerapkan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi dalam penyusunan laporan keuangannya.
Di tengah pertumbuhan bisnis, kekuatan modal BRINS tetap menjadi perhatian utama karena rasio solvabilitasnya mencapai 357,90%. Angka tersebut memang lebih rendah dari 374,22% pada 2024, tetapi masih hampir tiga kali lipat di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120% dari modal minimum berbasis risiko.
Total aset BRINS pada akhir Desember 2025 mencapai Rp7,92 triliun atau tumbuh 15,89% secara tahunan. Posisi ini meningkat dari Rp6,83 triliun pada akhir 2024 dan ditopang oleh kenaikan nilai investasi.
Nilai investasi perusahaan tercatat Rp3,74 triliun, meningkat 19,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan investasi tersebut berlangsung seiring ekspansi aset dan aktivitas bisnis asuransi sepanjang tahun buku 2025.
| Indikator | 2025 | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|
| Total aset | Rp7,92 triliun | Naik 15,89% |
| Nilai investasi | Rp3,74 triliun | Naik 19,63% |
| Pendapatan jasa asuransi | Rp3,73 triliun | Naik 10,73% |
| Laba setelah pajak | Rp674,75 miliar | Naik 21,15% |
Pendapatan jasa asuransi BRINS mencapai Rp3,73 triliun sepanjang 2025, bertambah 10,73% dari Rp3,36 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan itu kemudian tercermin pada kenaikan hasil asuransi bersih menjadi Rp977,14 miliar.
Hasil asuransi bersih meningkat 19,20% secara tahunan, sedangkan hasil asuransi dan investasi bersih mencapai Rp1,07 triliun atau tumbuh 16,66%. Perkembangan tersebut mendorong laba sebelum pajak naik 18,80% menjadi Rp870,60 miliar.
Laba komprehensif BRINS juga tercatat Rp670,24 miliar, naik 20,47% dibandingkan 2024. Akumulasi laba ditahan meningkat lebih tinggi, yakni 25,48%, hingga mencapai Rp2,47 triliun.
Liabilitas Tumbuh Sejalan dengan Bisnis
Liabilitas kontrak asuransi meningkat 16,66% menjadi Rp4,72 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis, sementara liabilitas lainnya justru turun 10,29% menjadi Rp416,17 miliar.
Data laporan keuangan audited yang dipublikasikan finansial.bisnis.com menunjukkan tingkat solvabilitas BRINS mencapai Rp1,78 triliun. Nilai tersebut meningkat dari Rp1,59 triliun pada 2024.
Dengan modal minimum berbasis risiko atau MMBR sebesar Rp496,44 miliar, BRINS memiliki kelebihan tingkat solvabilitas Rp1,28 triliun. Cadangan ini menggambarkan besarnya penyangga modal perusahaan di atas kebutuhan minimum yang dihitung berdasarkan risiko.
| Rasio Kesehatan Keuangan | Posisi 2025 | Acuan |
|---|---|---|
| Rasio solvabilitas | 357,90% | Minimum 120% dari MMBR |
| Rasio kecukupan investasi | 204,76% | – |
| Rasio likuiditas | 206,47% | – |
Selain Solvabilitas BRINS yang tetap tinggi, rasio kecukupan investasi berada pada 204,76% dan rasio likuiditas mencapai 206,47%. Kedua indikator tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis tetap terjaga.
Laporan keuangan audited BRINS untuk tahun buku 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian dari auditor independen. Laporan tersebut juga telah disusun dengan mengacu pada PSAK 117 yang mengatur kontrak asuransi.
BRINS merupakan perusahaan asuransi yang dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 90%. Sisa kepemilikannya sebesar 10% berada pada Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia.
Source: finansial.bisnis.com






