Jasa Marga mengandalkan pusat kendali terintegrasi untuk merespons dinamika lalu lintas yang melibatkan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Sistem ini menjadi pengalaman yang dibagikan perusahaan kepada BUMN lain dalam program Marketing Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi PT Danantara Asset Management.
Pengelolaan informasi secara waktu nyata menjadi krusial saat kepadatan atau insiden terjadi di jalan tol. Jasa Marga menempatkan kemampuan mengubah data menjadi keputusan cepat sebagai bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan dan kepercayaan pengguna jalan.
Command center untuk keputusan yang lebih cepat
Program mentoring bertema “Command Center Management: Turning Information into Decisions, Decisions into Actions, and Actions into Public Trust” itu digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengelolaan layanan publik yang responsif melalui pemanfaatan data dan sistem kendali terintegrasi.
Menurut rilis Jasa Marga yang dikutip www.suara.com, materi mentoring mencakup dua fokus utama, yakni Integrated Service Monitoring serta Incident & Crisis Response Management. Kedua aspek itu membahas pemantauan layanan secara terpadu dan respons terhadap insiden maupun situasi krisis.
| Komponen Program | Fokus Utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Integrated Service Monitoring | Pemantauan layanan secara terintegrasi | Mendukung pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan |
| Incident & Crisis Response Management | Penanganan insiden dan krisis | Mempercepat respons sesuai kebutuhan pengguna jalan |
| Site Visit JMTC | Pengamatan proses bisnis secara langsung | Memberi pengalaman pembelajaran bagi peserta |
Empat BUMN mengikuti kegiatan ini sebagai mentee, yaitu PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia. Perwakilan dari 22 BUMN sektor pelayanan publik juga mengikuti kegiatan secara daring.
Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya menilai pengelolaan jalan tol membutuhkan kecepatan dalam menentukan tindakan. Menurutnya, keterlambatan selama beberapa menit dapat memunculkan risiko, sedangkan keputusan yang tepat dapat membantu memulihkan kelancaran dan keamanan perjalanan.
Data lalu lintas diarahkan menjadi tindakan
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut besarnya jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol Jasa Marga Group mencerminkan kepercayaan masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai dan meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna jalan.
“Kepercayaan tersebut menjadi fondasi bagi Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pengguna jalan,” kata Rivan. Ia menjelaskan, respons terhadap kepadatan lalu lintas harus didukung informasi waktu nyata agar layanan dapat diberikan secara tepat.
JMTC tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengumpulan data lalu lintas dan informasi dari pelanggan. Pusat kendali itu juga menopang pengolahan serta analisis data melalui sistem pengendalian yang terintegrasi.
Jasa Marga terus mengembangkan smart toll road ecosystem dengan mendorong perubahan paradigma dari infrastruktur menjadi infraculture. Rivan menyatakan pendekatan itu diarahkan untuk memberikan nilai dan pengalaman bagi masyarakat.
Kolaborasi BUMN tidak berhenti pada sesi berbagi
Agus mengatakan dashboard yang andal dapat membantu memperjelas prioritas dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Ia berharap program ini menghasilkan kerangka kendali yang lebih kuat untuk memperluas kapabilitas bersama antar-BUMN.
Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management Dendi T. Danianto mengatakan Jasa Marga dipilih sebagai mentor karena karakteristik layanan publiknya dinilai berbeda dengan BUMN lain. Keberadaan JMTC dan layanan Center 133 yang menangani kebutuhan terkait sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari menunjukkan pentingnya respons yang berorientasi pada pelanggan.
Dendi menekankan orientasi layanan tersebut perlu dimulai dari internal perusahaan dengan menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari ekosistem layanan. Penguatan employee experience, menurutnya, dapat dilakukan melalui keterlibatan karyawan dalam berbagi inspirasi, pembelajaran, dan praktik terbaik.
Program ini juga menghadirkan sesi Learning Experience bersama Direktur Layanan Jasa Marga Yaya Ruhiya dan Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti. Peserta kemudian mengikuti kunjungan ke JMTC untuk melihat proses bisnis yang dijalankan pusat kendali tersebut.
Jasa Marga menyatakan komitmennya untuk terus berbagi pengetahuan serta memperkuat sinergi antar-BUMN. Langkah itu diarahkan untuk mendukung ekosistem layanan publik yang terintegrasi, adaptif, dan memiliki standar pelayanan tinggi.
Source: www.suara.com






