Pemerintah menempatkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai salah satu pijakan untuk menjaga ekonomi nasional sekaligus menopang nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan UMKM dapat memperkuat keyakinan investor terhadap Indonesia.
Langkah yang paling disorot adalah penurunan bunga pinjaman bagi Usaha Mikro atau UMi, dari sebelumnya 22 persen menjadi 8 persen. Kebijakan itu disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat dan pelaku UMKM.
UMKM Dipandang Berperan bagi Stabilitas
Purbaya menyebut ekonomi yang tumbuh dan pelaku UMKM yang tetap hidup akan menjadi fondasi bagi penguatan rupiah dalam jangka waktu tertentu. Menurut dia, kondisi tersebut juga berkaitan dengan terjaganya stabilitas sosial dan politik di dalam negeri.
“Tapi selama kita pastikan ekonomi Indonesia tumbuh dan usaha-usaha seperti UMKM juga bisa hidup, lama-lama juga rupiah akan menguat,” ujar Purbaya. Pernyataan itu disampaikan di tengah pelemahan rupiah yang dipengaruhi sentimen di pasar global.
Ia mengakui tidak semua faktor penggerak pasar dapat dikendalikan pemerintah Indonesia. “Karena ada beberapa sentimen global di pasar dunia yang kita enggak bisa kendalikan,” kata Purbaya, seperti dikutip www.viva.co.id pada 19 Juli 2026.
Di tengah faktor eksternal tersebut, pemerintah ingin memperkuat elemen ekonomi domestik yang dapat dijaga melalui kebijakan. UMKM menjadi salah satu sektor yang dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kegiatan usaha masyarakat.
Penurunan Bunga UMi Jadi Sinyal Dukungan
Purbaya mengatakan Presiden Prabowo telah memastikan bunga pinjaman untuk Usaha Mikro dapat turun dari 22 persen menjadi 8 persen. Penurunan itu diharapkan mendukung kemampuan pelaku usaha mikro dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
“Pak Presiden Prabowo bahkan sudah memastikan bahwa bunga pinjaman ke Usaha Mikro (UMi) itu bisa turun dari 22 persen ke delapan persen,” ujar Purbaya. Ia menempatkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah agar ekonomi UMKM tumbuh lebih kuat ke depan.
Perhatian terhadap UMKM, menurut Purbaya, bukan hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha. Pemerintah juga melihat sektor ini sebagai salah satu unsur yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional ketika sentimen global menekan pasar.
Ia menjelaskan investor cenderung menaruh dana di negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan stabilitas sosial politik yang terjaga. Karena itu, penguatan UMKM dipandang memiliki kaitan dengan upaya membangun kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
“Jadi, kalau UMKM bisa tumbuh dengan kuat sudah pasti stabilisasi sosial politik terjaga,” kata Purbaya. Kementerian Keuangan dan pemerintah, lanjut dia, akan memastikan ekonomi UMKM mendapat perhatian ke depan.
Harapan terhadap Rupiah
Penguatan rupiah yang diharapkan Purbaya tidak semata-mata bergantung pada respons terhadap gejolak pasar dunia. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri melalui dukungan terhadap usaha rakyat.
Purbaya menyebut kebijakan bunga UMi sebagai salah satu indikator keberpihakan Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutama ekonomi rakyat dan UMKM. Arah kebijakan itu menegaskan peran UMKM sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.
Source: www.viva.co.id






