Antrean BBM di Medan Mulai Susut, 35 Mobil Tangki Tambahan Dikerahkan

Author: Qoo Media

Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan mulai berkurang setelah distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara berangsur membaik. Kondisi ini terlihat di beberapa titik yang sebelumnya dipadati kendaraan, termasuk SPBU Putri Hijau.

Pemulihan pasokan terjadi setelah berbagai langkah percepatan penyaluran dijalankan untuk mengatasi keterlambatan distribusi. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah armada mobil tangki, mengoperasikan terminal selama 24 jam, dan memperkuat dukungan personel.

Antrean di SPBU Mulai Lebih Lancar

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Aripay Tambunan, menyatakan hasil pemantauan pada Sabtu (18/7) menunjukkan layanan di sejumlah SPBU sudah lebih lancar. Komisi B DPRD Sumut melakukan pemantauan karena sektor perekonomian, termasuk ketersediaan BBM untuk masyarakat, menjadi bidang pengawasannya.

“Beberapa SPBU yang kami pantau sudah jauh lebih lancar. Antrean panjang yang sempat terjadi kini sudah tidak terlihat seperti sebelumnya,” ujar Aripay dalam keterangannya.

Menurut Aripay, perubahan kondisi di lapangan menunjukkan langkah percepatan distribusi mulai memberikan hasil. Meski demikian, proses normalisasi penyaluran BBM masih terus berjalan di Sumatera Utara.

Gangguan sebelumnya bukan disebabkan stok BBM yang tidak mencukupi di fasilitas penyimpanan. Berdasarkan peninjauan DPRD Sumut bersama anggota Komisi XII DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara I, Ade Jona Prasetyo, stok di kawasan Labuhan berada dalam kondisi mencukupi.

Keterlambatan penyaluran ke sejumlah SPBU lebih banyak dipengaruhi aksi mogok sebagian awak mobil tangki atau AMT. Situasi tersebut membuat pengiriman dari fasilitas penyimpanan ke titik penjualan mengalami hambatan dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah Operasional untuk Memulihkan Pasokan

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjalankan sejumlah langkah operasional untuk mempercepat distribusi BBM di Sumatera Utara. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan penyaluran, khususnya di wilayah Medan yang sempat mengalami antrean panjang.

Langkah Dukungan Operasional Tujuan
Operasi terminal Fuel Terminal Medan beroperasi 24 jam penuh Mempercepat penyaluran BBM
Penambahan armada 35 unit mobil tangki tambahan Memperkuat distribusi ke SPBU
Alih suplai Dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe Mendukung kebutuhan Medan

Selain penambahan armada, perusahaan memperkuat personel awak mobil tangki dengan dukungan unsur Bekang TNI dan Kodam I/Bukit Barisan. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga mobilisasi BBM tetap berjalan saat distribusi dipercepat.

Skema alih suplai juga digunakan dengan memanfaatkan pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, serta Integrated Terminal Lhokseumawe. Dukungan dari sejumlah terminal tersebut difokuskan untuk membantu kebutuhan distribusi di Medan.

Stok Mencukupi, Distribusi Tetap Dikawal

Pemantauan yang dilakukan sejak Jumat hingga Sabtu menunjukkan kondisi lapangan terus membaik. Aripay mengapresiasi langkah cepat para pemangku kepentingan, termasuk Pertamina Patra Niaga, dalam memulihkan rantai pasok BBM.

Perbaikan distribusi menjadi perhatian karena kelancaran pengiriman menentukan ketersediaan produk di setiap SPBU. Ketika pasokan tiba lebih teratur, tekanan antrean di titik pengisian dapat berkurang secara bertahap.

Di sisi lain, kondisi stok yang mencukupi di fasilitas penyimpanan menunjukkan persoalan utama berada pada kelancaran penyaluran, bukan pada ketersediaan BBM. Karena itu, pengoperasian terminal, tambahan mobil tangki, dan dukungan pasokan antarterminal menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.

Warga yang membutuhkan BBM di SPBU Medan kini mulai melihat antrean yang lebih terkendali dibandingkan sebelumnya. Langkah percepatan distribusi diharapkan dapat membuat pelayanan kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Source: www.medcom.id
Terbaru