Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tidak bergerak pada Minggu, 19 Juli 2026. Harga pecahan 1 gram tetap berada di Rp 2.614.000, sama seperti harga pada perdagangan sehari sebelumnya.
Stabilnya harga juga terjadi pada nilai jual kembali atau buyback emas Antam. Antam membeli kembali emas dari masyarakat seharga Rp 2.349.000 per gram, sehingga selisih dengan harga jual 1 gram mencapai Rp 265.000.
Data harga tersebut tercantum di situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Rincian ini berlaku untuk pengambilan di Butik Graha Dipta Pulo Gadung.
Rincian Harga Emas Antam
Pecahan kecil menjadi pilihan dengan nominal pembelian paling rendah, sedangkan ukuran besar memiliki nilai transaksi hingga miliaran rupiah. Harga setiap pecahan tidak selalu setara bila dihitung per gram karena terdapat perbedaan harga sesuai ukuran produk.
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp 1.357.000 |
| 1 gram | Rp 2.614.000 |
| 2 gram | Rp 5.168.000 |
| 3 gram | Rp 7.727.000 |
| 5 gram | Rp 12.845.000 |
| 10 gram | Rp 25.635.000 |
| 25 gram | Rp 63.962.000 |
| 50 gram | Rp 127.845.000 |
| 100 gram | Rp 255.612.000 |
| 250 gram | Rp 638.765.000 |
| 500 gram | Rp 1.277.320.000 |
| 1.000 gram atau 1 kilogram | Rp 2.554.600.000 |
Untuk pembelian 0,5 gram, harga emas Antam dipatok Rp 1.357.000. Sementara pecahan 5 gram dijual Rp 12.845.000 dan pecahan 10 gram senilai Rp 25.635.000.
Pecahan menengah juga tersedia mulai dari 25 gram sampai 100 gram. Harganya masing-masing Rp 63.962.000, Rp 127.845.000, dan Rp 255.612.000.
Pada ukuran besar, emas 250 gram dibanderol Rp 638.765.000. Harga pecahan 500 gram mencapai Rp 1.277.320.000, sedangkan emas 1 kilogram berada di Rp 2.554.600.000.
Pergerakan Emas Dunia Masih Jadi Perhatian
Di pasar global, emas mengalami koreksi mingguan terbesar dalam enam minggu pada Jumat, 17 Juli 2026 waktu setempat. Tekanan muncul di tengah meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak serta menambah kekhawatiran terhadap inflasi.
Menurut laporan www.liputan6.com yang mengutip CNBC, harga emas spot pada Sabtu, 18 Juli 2026 naik 1,1% menjadi US$ 4.015,09 per ons. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus juga menguat 0,7% menjadi US$ 4.018,80.
Meski menguat pada perdagangan tersebut, logam mulia tercatat telah merosot 3% sepanjang pekan. Penurunan itu disebut sebagai yang terbesar sejak 1 Juni 2026, ketika konflik di Timur Tengah mengalahkan dukungan dari data inflasi AS Juni yang lebih rendah.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan minat beli muncul setelah harga emas turun di bawah US$ 4.000. “Emas mulai bergerak naik hari ini setelah harga logam tersebut turun di bawah US$ 4.000 menarik minat pembeli,” ujarnya.
Waterer menilai risiko geopolitik di Timur Tengah masih ada, tetapi kekhawatiran inflasi dan imbal hasil tetap menahan harga emas. Harga minyak telah naik sekitar 12% dalam sepekan karena konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan.
Kenaikan harga minyak berisiko memicu kembali kekhawatiran inflasi dan memperbesar kemungkinan kenaikan suku bunga. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya menghadapi tekanan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena investor dapat beralih ke aset dengan imbal hasil lebih besar.
Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan menjadi kolega baru Ketua Fed Kevin Warsh yang pertama secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga. Wakil Ketua Fed Philip Jefferson juga mengisyaratkan keterbukaan untuk menaikkan suku bunga bila inflasi tidak membaik dalam waktu dekat.
Pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 73% pada Desember berdasarkan CME FedWatch Tool. Di India, diskon emas melebar ke level tertinggi dalam satu bulan, sementara premi di China sebagian besar stabil.
