Jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank terus menyusut. Lembaga Penjamin Simpanan melihat tren ini sebagai salah satu sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak.
Catatan LPS menunjukkan jumlah warga tanpa rekening berkurang sekitar 2 juta orang setiap tahun. Saat ini, jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening tersisa sekitar 15 juta orang.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Anggito Abimanyu, menilai kepemilikan rekening berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi. Rekening digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk pembayaran dan penerimaan dana.
Menurut Anggito, bukan hanya jumlah pemilik rekening yang bertambah, jumlah rekening aktif juga meningkat dalam setahun terakhir. Perubahan itu dipandang mencerminkan perputaran transaksi yang lebih hidup di tingkat masyarakat.
| Indikator | Perkembangan | Keterangan |
|---|---|---|
| Masyarakat tanpa rekening | Turun sekitar 2 juta orang per tahun | Tersisa sekitar 15 juta orang |
| Rekening aktif | Semakin banyak | Meningkat dalam setahun terakhir |
| Jumlah dan nominal simpanan | Masih naik | Laju kenaikannya disebut melambat |
“Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif juga semakin banyak. Setahun terakhir ini,” kata Anggito usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.
Ia menambahkan, kenaikan aktivitas pada rekening terlihat dari perpindahan dana, pembayaran, hingga penerimaan. “Jadi itu menunjukkan ekonominya itu aktif. Perpindahan rekening, pembayaran, payment, penerimaan itu naik,” ujarnya.
Pengamatan hingga level super mikro
LPS berencana mendalami data tersebut melalui kajian yang menyoroti aktivitas ekonomi pada level mikro dan super mikro. Salah satu aspek yang akan dielaborasi adalah pergerakan atau mutasi rekening masyarakat.
Pengamatan mutasi rekening dinilai penting untuk membaca bagaimana dana bergerak dalam kegiatan sehari-hari. Namun, Anggito belum memerinci hasil ataupun jadwal kajian lanjutan tersebut.
Informasi mengenai penurunan jumlah warga tanpa rekening dan rencana kajian itu disampaikan Anggito pada Selasa, 21 Juli 2026, seperti dilaporkan VIVA.co.id. Pernyataan tersebut muncul dalam pembahasan kondisi perekonomian nasional bersama Komisi XI DPR RI.
Simpanan Tetap Bertambah
Dari sisi makro, Anggito menyebut sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan. Ia menyinggung kondisi fiskal serta penguatan cadangan devisa sebagai bagian dari perkembangan yang dibahas dalam rapat.
Pada level mikro, perkembangan positif juga terlihat dari jumlah rekening dan nilai simpanan masyarakat. Meski kenaikannya disebut tidak secepat sebelumnya, kedua indikator itu masih bertumbuh.
Anggito menyoroti simpanan dalam kelompok nominal besar sebagai salah satu kategori dengan pertumbuhan tinggi. “Sampai yang paling tinggi, yang paling besar, yang di atas Rp5 miliar (simpanan), itu naiknya tinggi sekali,” kata dia.
Data tersebut menggambarkan bahwa penggunaan rekening dan penghimpunan simpanan masih meningkat di tengah perlambatan laju kenaikan pada sejumlah indikator. LPS akan menelaah lebih jauh pergerakan transaksi untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.
