PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) telah menyetujui pembagian dividen final tunai sebesar Rp73,99 miliar untuk tahun buku 2024. Ini merupakan langkah positif bagi para pemegang saham, mencerminkan kinerja solid yang dicatatkan perusahaan sepanjang tahun ini. Dalam laporan yang diumumkan, KKGI mencatat produksi batubara mencapai 5,92 juta metrik ton (MT), menjadikannya produksi tertinggi sepanjang masa bagi perusahaan.
Selama tahun 2024, KKGI juga melaporkan penjualan batubara sebesar 6,24 juta MT dengan total pendapatan mencapai US$326,80 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10,90% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan pada tahun ini juga mencatatkan pertumbuhan 49,79%, mencapai US$40,14 juta, yang menandakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan operasional perusahaan.
Direktur Utama KKGI, Pintarso Adijanto, menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume ekspor batubara yang mencapai 6,24 juta MT. Negara Tiongkok berkontribusi signifikan sebagai importir utama, mengimpor sekitar 2 juta MT, diikuti oleh India dengan 736.057 MT dan Korea Selatan sebanyak 460.525 MT. Sementara itu, serapan batubara domestik tercatat sebesar 2,27 juta MT.
KKGI juga mencatatkan peningkatan dalam pertumbuhan aset sebesar 4,20% pada tahun 2024. Selain itu, perusahaan berhasil menurunkan total utang dari US$5,31 juta di tahun sebelumnya menjadi US$2,67 juta. Hal ini menunjukkan keberhasilan KKGI dalam pengelolaan keuangan dan upaya restrukturisasi utang.
Di sektor energi baru terbarukan, KKGI menunjukkan prestasi yang menggembirakan dengan PLTM Cicatih yang mencapai rekor produksi listrik tertinggi sejak beroperasi pada 2019, yaitu 3,59 MW, meningkat 43,72% dibandingkan Desember 2023. Penjualan listrik juga mengalami kenaikan, mencapai 32,14 MW, dan pendapatan di sektor ini meningkat 10,37% menjadi US$2,01 juta. Dengan laba bersih yang diraih oleh PLTM Cicatih mencapai US$835.134, meningkat tajam dari US$420.217 pada tahun sebelumnya.
Pintarso juga menjelaskan bahwa KKGI telah melakukan diversifikasi portofolio bisnis dengan meluncurkan Rain Realty sebagai salah satu segmen usaha baru. Hal ini diharapkan dapat membuka potensi pertumbuhan baru yang sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.
Menyongsong tahun 2025, KKGI telah mempersiapkan berbagai rencana untuk menghadapi ketidakpastian pasar batubara. Mengikuti proyeksi dari World Bank yang memperkirakan penurunan harga batu bara, perusahaan tetap optimis dengan adanya permintaan dari pasar Asia, khususnya dari Tiongkok dan India. Selain itu, kebutuhan batubara dalam negeri masih sangat kuat, didorong oleh program pemerintah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan penyediaan listrik.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang berlangsung, selain menyetujui pembagian dividen, juga dilakukan perubahan pada jajaran direksi. Hendro Martowardojo ditunjuk sebagai komisaris utama, sementara Pintarso Adijanto tetap menjabat sebagai Direktur Utama. Jajaran komisaris dan direksi lainnya juga telah diperbarui untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan.
Melalui langkah-langkah strategis dan fokus pada efisiensi operasional, KKGI berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan di tahun-tahun mendatang.





