Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru-baru ini mengeluarkan data terbaru mengenai perkembangan harga komoditas pangan di Indonesia. Menurut data Panel Harga Bapanas pada Minggu, 13 Juli 2025, harga sejumlah komoditas mengalami penurunan, termasuk cabai rawit dan beras, yang menjadi perhatian banyak konsumen selama ini.
Harga cabai rawit merah, misalnya, tercatat turun dari Rp 68.777 per kg menjadi Rp 66.041 per kg. Penurunan ini memberikan angin segar bagi para ibu rumah tangga dan pedagang yang bergantung pada stabilitas harga bahan pangan tersebut. Selain itu, harga bawang merah juga mengalami penurunan, dari Rp 44.800 per kg menjadi Rp 43.501 per kg.
Penurunan Harga Beras dan Jagung
Dalam laporan yang sama, Bapanas mencatat juga adanya penurunan harga beras premium yang kini berada di level Rp 15.991 per kg, turun dari Rp 16.014 per kg. Begitu pula dengan beras medium yang turun menjadi Rp 14.247 per kg dari sebelumnya Rp 14.277 per kg. Sementara itu, untuk beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP), harga justru mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 12.639 per kg.
Tak hanya beras, komoditas jagung juga ikut terdampak dengan penurunan harga dari Rp 6.132 per kg menjadi Rp 6.065 per kg, mencerminkan tren yang sama di pasar pangan.
Harga Daging Turun
Harga daging juga menjadi sorotan. Daging kerbau beku (impor) tercatat turun tipis menjadi Rp 105.283 per kg dari Rp 105.306 per kg. Sementara harga daging kerbau segar lokal menurun lebih signifikan dari Rp 140.952 per kg menjadi Rp 139.706 per kg. Penurunan harga daging ini menjadi kabar baik di tengah biaya hidup yang terus meningkat.
Berdasarkan data tersebut, daging sapi murni justru mengalami kenaikan kecil dari Rp 135.346 per kg menjadi Rp 135.548 per kg. Di sisi lain, harga daging ayam ras terus mengalami penurunan, kini berada di Rp 34.932 per kg dibandingkan sebelumnya Rp 35.388 per kg.
Kondisi Pangan Lainnya
Beberapa komoditas lainnya juga menunjukan penurunan harga, seperti telur ayam ras yang kini dijual seharga Rp 29.259 per kg, turun dari Rp 29.466 per kg. Gula konsumsi juga tercatat turun menjadi Rp 18.302 per kg dari Rp 18.374 per kg. Namun, harga minyak goreng kemasan mengalami penurunan, berada di level Rp 20.708 per liter dari Rp 20.935 per liter.
Menariknya, harga tepung terigu curah turun menjadi Rp 9.746 per kg dari Rp 9.774 per kg. Sementara tepung terigu kemasan mencapai Rp 12.839 per kg, menurun dari Rp 12.985 per kg.
Fluktuasi di Pasar Pangan
Penurunan harga ini memang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan dan permintaan. Ketersediaan produk pangan yang cukup melimpah di pasaran menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga. Namun, ada juga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti harga ikan kembung, yang naik menjadi Rp 41.276 per kg, dan ikan tongkol yang menjadi Rp 34.136 per kg.
Dari data yang disampaikan oleh Bapanas, dapat disimpulkan bahwa tren penurunan harga ini diharapkan dapat terus berlanjut. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi beban pembeli, tetapi juga menciptakan iklim pasar yang lebih stabil. Para petani dan produsen pangan diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perubahan ini agar tidak terjebak dalam kerugian akibat fluktuasi harga.
Dengan begitu, pemantauan secara berkala terhadap harga pangan menjadi penting untuk menjaga kestabilan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Bapanas diharapkan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan harga pangan lainnya agar konsumen dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar.







