PT Timah Raih Laba Bersih Rp300 Miliar di Semester I 2025

PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp300,07 miliar pada semester pertama 2025. Pencapaian ini setara dengan 93% dari target laba bersih yang ditetapkan, yakni Rp322,64 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,22 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan di tengah tantangan pasar global.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, mengungkapkan bahwa pencapaian laba tersebut didukung oleh efisiensi biaya, pengurangan utang berbunga, dan pengelolaan arus kas yang lebih baik. “Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan hasil yang baik, yang ditunjukkan oleh rasio keuangan penting seperti Quick Ratio sebesar 63,6% dan Current Ratio sebesar 204,1%,” ujarnya.

Penjualan dan Ekspor Logam Timah

Pada semester I 2025, PT Timah mencatat penjualan logam timah domestik meningkat sebesar 8%, sedangkan ekspor logam timah mencapai 92%. Beberapa negara tujuan ekspor utama meliputi Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Jepang menjadi negara dengan pangsa terbesar, mencapai 20% dari total ekspor logam timah. Ini menunjukkan bahwa PT Timah masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain penting di pasar global.

Selain itu, tren harga logam timah yang stabil di London Metal Exchange (LME) juga turut berkontribusi pada kinerja positif perusahaan. Rata-rata harga logam timah di LME tercatat sebesar US$32.116 per metrik ton, mengalami kenaikan 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh keterbatasan pasokan global serta peningkatan ekspor Indonesia yang mencapai 177% secara tahun ke tahun (YoY).

Target Produksi dan Strategi Bisnis

PT Timah tidak hanya fokus pada pencapaian laba, namun juga menetapkan target ambisius untuk tahun 2025. Perseroan menargetkan produksi bijih timah sebesar 21.500 ton Sn, produksi logam timah 21.545 metrik ton, serta penjualan logam timah mencapai 19.065 metrik ton. Untuk mendukung target tersebut, PT Timah menerapkan serangkaian strategi, termasuk peningkatan pengelolaan sumber daya dan cadangan serta penguatan hilirisasi melalui pengembangan industri terkait.

Fina menekankan pentingnya transformasi proses bisnis dan pengembangan Center of Excellence sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Dengan demikian, PT Timah berharap dapat memimpin pasar dan meningkatkan daya saing di industri timah global.

Kinerja Produksi yang Terus Meningkat

Pada semester pertama 2025, PT Timah melaporkan produksi bijih timah sebesar 6.997 ton Sn, dan produksi logam timah mencapai 6.870 metrik ton. Perusahaan terus berupaya meningkatkan produksi melalui sejumlah langkah strategis, seperti penambahan tambang darat dan kerja sama untuk penambangan laut.

Dalam rangka meningkatkan efisiensi, PT Timah juga melakukan pengolahan Sisa Hasil Pengolahan serta memanfaatkan teknologi modern, seperti penggunaan bor pandu pada blok rencana kerja. Upaya ini dilaksanakan di area produksi utama seperti Bangka Utara, Bangka Selatan, dan Kundur, untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggalian.

Rasio Keuangan yang Menggembirakan

Beberapa rasio keuangan PT Timah menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang stabil. Dengan Debt to Asset Ratio sebesar 40,8% dan Debt to Equity Ratio di angka 69,0%, perusahaan menunjukkan pengelolaan utang yang baik dan kapasitas untuk mendanai operasi dan ekspansinya di masa depan. Kinerja positif ini memberikan gambaran optimis bagi pemegang saham dan investor tentang prospek pertumbuhan PT Timah.

Kinerja yang baik ini mencerminkan komitmen PT Timah dalam menjalankan operasional yang efisien dan sustainable, sembari beradaptasi dengan dinamika pasar global yang selalu berubah. Dengan strategi dan target yang jelas, PT Timah siap untuk terus memberikan kontribusi yang berarti bagi industri timah nasional dan global.

Berita Terkait

Back to top button