Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Kamis, 11 September 2025, melanjutkan tren penguatan dengan kenaikan sebesar 0,86 persen atau setara 66,44 poin, sehingga menembus level 7.765,44. Pergerakan positif ini didorong terutama oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang menopang sentimen pasar.
IHSG bergerak di rentang 7.752 hingga 7.820 dengan nilai transaksi mencapai Rp10,36 triliun berdasarkan frekuensi transaksi sebanyak 1,14 juta kali. Aktivitas pasar yang cukup padat ini menunjukkan adanya minat investor yang kembali meningkat setelah periode volatilitas beberapa waktu terakhir.
Kenaikan Saham Bank Besar yang Memacu IHSG
Para analis dari Phintraco Sekuritas mengemukakan bahwa penguatan IHSG dipicu oleh aksi beli pada saham-saham bank besar. Beberapa saham perbankan mencatatkan lonjakan signifikan, antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 5,15 persen, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 2,73 persen, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melonjak 6,10 persen. Peningkatan harga saham-saham tersebut turut mengerek indeks sektor keuangan yang melonjak 1,76 persen ke level tertinggi pada sesi pertama perdagangan.
Selain sektor keuangan, sektor non-siklikal dan kesehatan juga menguat masing-masing sebesar 1,50 persen dan 1,17 persen. Kinerja positif sektor-sektor ini menandakan adanya permintaan yang kuat terutama pada saham-saham yang dinilai sebagai defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sektor Basic Materials dan Energi Tertekan
Di sisi lain, tidak semua sektor mengikuti tren penguatan. Dua sektor justru mengalami tekanan, yaitu sektor bahan baku (basic materials) yang turun 0,32 persen dan sektor energi yang melemah 0,29 persen. Pelemahan tersebut dinilai sebagai reaksi pasar terhadap kondisi fundamental dan sentimen global yang masih bergejolak.
Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan pembentukan golden cross di area oversold, mengindikasikan peluang kenaikan lanjutan pada indeks. Namun, indikator MACD dengan histogram slope negatif tapi mulai mendatar memberikan sinyal kehati-hatian; potensi pergerakan IHSG diperkirakan berada dalam rentang konservatif 7.725 hingga 7.775 pada sesi kedua perdagangan hari ini.
Saham-saham dengan Lonjakan Harga Signifikan
Selain saham perbankan, pasar juga mencatat adanya saham-saham yang menguat secara signifikan sehingga menjadi top gainers hari ini. Beberapa di antaranya adalah:
- PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melonjak 25 persen atau naik 195 poin menjadi Rp975 per saham.
- PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,91 persen atau 330 poin ke level Rp1.655.
- PT Voksel Electric Tbk (VOKS) meningkat 24,67 persen atau 74 poin menjadi Rp347.
Kenaikan saham-saham tersebut menambah optimisme pelaku pasar dan memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Perkembangan Terkini dan Implikasi Kebijakan
Penguatan IHSG ini terjadi pasca volatilitas yang sempat terjadi akibat pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa. Kebijakan fiskal dan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional menjadi perhatian utama yang mempengaruhi dinamika pasar modal saat ini.
Sebagai catatan tambahan, pelemahan sektor energi dan bahan baku juga harus menjadi perhatian investor karena sektor ini terkait erat dengan komoditas global yang masih menghadapi tantangan pasokan dan permintaan. Secara keseluruhan, pasar saham pada sesi pertama Kamis ini mencerminkan kondisi optimisme terkendali dengan preferensi pada saham-saham yang berkapitalisasi besar dan sektor-sektor defensif.
Pergerakan IHSG yang positif pada pagi hari ini menjadi indikasi bahwa pelaku pasar mulai merespons optimis terhadap prospek ekonomi domestik di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang menantang. Para investor dianjurkan terus memantau perkembangan kebijakan moneter dan fiskal guna menentukan strategi investasi yang adaptif dalam jangka pendek hingga menengah.
