Kurs BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini (18/9) Saat Rupiah Dibuka Melemah

Pada perdagangan Kamis pagi (18/9/2025), rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan indeks dolar AS dan sentimen global yang sedang memperhatikan kebijakan The Fed. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.12 WIB, nilai tukar rupiah tercatat pada level Rp16.473 per dolar AS atau melemah 0,22 persen dari penutupan sebelumnya. Kondisi ini juga diikuti pelemahan sejumlah mata uang utama Asia terhadap dolar AS.

Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia

Selain rupiah, mata uang seperti yen Jepang, dolar Singapura, dolar Taiwan, won Korea Selatan, peso Filipina, yuan China, dan ringgit Malaysia juga mengalami koreksi. Sebaliknya, baht Thailand, dolar Hong Kong, serta rupee India mengalami penguatan tipis terhadap greenback. Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh stabilnya dolar AS setelah sebelumnya anjlok ke level terendah dalam 3,5 tahun akibat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari Reuters, The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu (17/9) dan menyampaikan sinyal akan terus menurunkan suku bunga secara bertahap hingga akhir tahun. Namun, Chairman The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan tersebut adalah langkah manajemen risiko menanggapi pelemahan pasar tenaga kerja, tanpa rencana pelonggaran kebijakan yang terburu-buru. Pernyataan ini ikut menstabilkan dolar AS meskipun sempat anjlok sebelumnya.

Kurs Dolar AS di Bank-Bank Besar Indonesia Hari Ini

Sehubungan dengan kondisi pasar, berikut adalah rincian kurs dolar AS pada pagi hari ini di beberapa bank besar di Indonesia berdasarkan data terbaru yang diperoleh:

  1. BCA (Bank Central Asia)
    • E-rate: Harga beli Rp16.462, harga jual Rp16.482
    • TT counter dan bank notes: Harga beli Rp16.275, harga jual Rp16.575
  2. BRI (Bank Rakyat Indonesia)
    • E-rate: Harga beli Rp16.463, harga jual Rp16.489
    • TT counter: Harga beli Rp16.280, harga jual Rp16.580
  3. Bank Mandiri
    • Special rate: Harga beli Rp16.435, harga jual Rp16.465
    • TT counter dan bank notes: Harga beli Rp16.125, harga jual Rp16.475
  4. BNI (Bank Negara Indonesia)
    • Special rates: Harga beli Rp16.473, harga jual Rp16.488
    • TT counter dan bank notes: Harga beli Rp16.310, harga jual Rp16.560

Seluruh pergerakan nilai tukar di bank-bank tersebut menggambarkan bagaimana rupiah masih berada dalam tekanan melemah terhadap dolar AS. Harga jual dolar cenderung berkisar di atas Rp16.460, menunjukkan sentimen yang masih berhati-hati terhadap kondisi perekonomian global dan domestik.

Faktor Pengaruh dan Prospek Rupiah

Penguatan dolar AS pada perdagangan hari ini tidak lepas dari kebijakan moneter The Fed serta data tenaga kerja yang menunjukkan tren pelemahan. Investor global saat ini sedang mewaspadai risiko-risiko eksternal seperti ketidakpastian ekonomi AS dan potensi perlambatan pertumbuhan global. Hal ini berdampak pada arus modal yang makin mengarah pada mata uang safe haven seperti dolar AS.

Di sisi domestik, Bank Indonesia terus memantau pergerakan rupiah dan kondisi makroekonomi untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak terlalu volatil. Dengan panorama global yang masih penuh ketidakpastian, rupiah berpotensi mengalami fluktuasi yang wajar, mengikuti dinamika pasar keuangan dunia.

Bagi pelaku pasar dan masyarakat yang memerlukan informasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, memantau kurs di bank-bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan transaksi valuta asing. Pergerakan rupiah selanjutnya sangat dipengaruhi oleh data ekonomi terbaru serta kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral seperti The Fed dan Bank Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button